Selasa, 08 Desember 2009

Perkembangan Islam di Dunia Modern

Setelah satu persatu negara-negara Islam memerdekakan diri, maka terjadi per-kembangan Islam yang sangat signifikan di dunia Islam. Dalam konteks ini, per¬kem¬bang¬an yang terjadi dapat dilihat dari perkembangan sosial politik, ekonomi, ke¬budayaan, dan lain-lain. Masing-masing negara memainkanperan pentingnya da¬lam percaturan politik di dunia internasional. Pada umumnya semua tergabung dalam sebuah Organisasi Konfe¬ren¬si Islam (OKI).
Secara keseluruhan, jumlah negara Islam lebih dari 55 negara dengan jumlah pen-duduk sekitar 1.334.000.000 (satu milyar tiga ratus tiga puluh empat juta) jiwa. Sekitar 1 milyar hidup di dunia Islam, selebihnya sekitar 334 juta jiwa tinggal di ne¬gara-negara non muslim. Sedang luas wilayah dunia Islam sekitar 25 % dari seluruh luas dunia, mem¬ben¬tang mulai dari Indonesia hingga Senegal di sebelah barat, serta dari utara mulai Tur¬kis¬tan hingga ke selatan Mozambik. Dalam kata lain, jumlah ne¬gara-negara Islam di Benua Asia sekitar 28 negara. Sedang di Benua Afrika sekitar 25 negara. Sementara di Eropa sekitar 2 negara.
Untuk lebih jelas mengenai perkembangan di Islam di dunia, berikut uraian ring-kasnya.

A. NEGARA-NEGARA ISLAM DI BENUA ASIA
1. Saudi Arabia.
Saudi Arabia, merupakan salah satu kerajaan Is¬lam di Barat Da¬ya Asia atau Timur Tengah. Negeri ini memiliki luas wilayah kira-kira 2.250.000 KM. dengan jumlah penduduk sekitar 19.700.000 jiwa yang sebagian besar tinggal di daerah-daerah perkotaan, seperti Riyadh, Mekkah, Jeddah dan Dammam. Ma¬yo¬ri¬tas muslim di sini bermazhab Syafi’i, hanya sebagian kecil bermazhab Syi’ah, ter¬utama yang tinggal di kota Qothif dan Ihsa`yang ter¬le¬tak di sebelah Timur. Selain itu, Saudi Arabia memiliki dua kota suci yang menjadi daya ta¬rik terbesar bagi masyarakat muslim dunia, yaitu Makkah dan Madinah (Ha¬ramain).
Kerajaan Arab Saudi memiliki kekayaan alam berlimpah. Kekayaan alam terpenting adalah minyak bumi yang ditemukan pada tahun 1357H/ 1937 M. Dengan sumber daya alam ini, kerajaan Arab Saudi menjadi salah satu ne¬gara Is¬lam terkaya di dunia dan dikenal sebagai negara penghasil minyak pe¬ringkat per¬tama di Timur Tengah, dan peringkat kedua setelah Amerika Se¬ri¬kat.

a. Sejarah Saudi Arabia
Sejak masa-masa awal, Makkah dan Madinah serta beberapa kota di jazirah Arabia, sudah menjadi tempat persinggahan, baik oleh para pe¬dagang maupun peziarah yang akan melaksanakan haji. Setelah kelahiran Islam, kota-kota ini semakin dikenal masyarakat dunia, karena seluruh umat Islam men¬ja-dikan Makkah sebagai kiblat dan tempat pertemuan umat ketika berhaji.
Karena begitu strategisnya, dalam catatan sejarahnya, jazirah Ara¬bia, khususnya Makkah, menjadi bahan rebutan, baik sebelum maupun se¬sudah Is¬lam lahir. Para raja Islam, secara bergantian telah menguasai ja¬zi¬rah ini, sam¬pai kemudian berakhir pada masa Ibnu Saud, pendiri kerajaan Saudi Arabia. Dalam konteks ini, para sejarawan melakukan pembagian peme¬rin¬tahan ini dalam tiga episode.

b. Periode Pertama (1139 – 1233 H / 1726 – 1817 M)
Periode ini dimulai dari adanya perjanjian antara Muhammad bin Ab¬dul Wahhab pada tahun 1157 H/1744 M dengan Ibn Saud untuk me¬lak¬sa¬na¬kan ide gerakan pembaharuan Islam berupa penerapan syariat Is¬lam. Periode pemerintahan in berakhir di tangan pasukan Muhammad Ali Pa¬sya (Penguasa Mesir)

c. Periode Kedua (1235 – 1309 H / 1819 -1891 M)
Periode ini di mulai pada masa Turki bin Abdullah yang kembali ke ad-Dir`iyyah dan menetap di sana setelah mengalami kekalahan dari pasukan Turki Usman. Periode ini berakhir setelah terjadinya perang sau¬dara dalam memperebutkan kekuasaan di antara anak-anak Faishal bin Turki. Pertikaian ini menyebabkan mereka kehilangan kekuasaan, ka¬rena kekuasaan itu diam¬bilalih oleh keluarga ar-Rasyid. Ciri dari fase ini ada¬lah adanya kuatnya ke¬ku¬asaan orang-orang Usmaniyah atas sebagian be¬sar wilayah ini.

d. Periode Ketiga (1319 H / 1901 M – Sekarang)
Periode ini dimulai dari tangan Raja Abdul Aziz bin Abdurrah¬man yang mengusir keluarga ar-Rasyid dari Riyadh dan mengembalikan kera¬jaan nenek moyangnya. Dia mengawali kekuasaannya dengan hik¬mah dan kebe¬ra¬nian yang tiada bandingnya, menyatukan seluruh jazirah yang luas, sehingga berhasil. Lalu, dia mengumumkan berdirinya peme¬rintahan kera¬jaan Saudi Arabia pada tahun 1351 H/1931 M. Setelah wa¬fat, kekuasaan diwariskan se¬cara turun menurutn kepada anak-anaknya secara bergiliran, yaitu Saud, Fai¬shal, Khalid, dan Raja Fahd yang mulai berkuasa pada ta¬hun 1402H/1982M. Di bawah kekuasaanya, negara mengalami kemak¬muran dan kejayaan, se¬hingga diperhitungkan negara-negara lain, sebagai salah satu kerajaan terbe¬sar di Timur Tengah .
Ketika agresi militer Irak ke Kuwait pada tahun 1411 H/1990 M. Arab Saudi merasa terancam. Karena itu, kemudian kerajaan ini mem¬be¬rikan andil cukup besar dalam usaha membebaskan negeri Kuwait, dan berhasil mengusir militer Irak. Di antara usaha paling menonjol Raja Fahd adalah perluasan be¬sar-besaran terhadap dua kota suci (Mekkah dan Ma¬dinah) yang tergolong perluasan terbesar bagi dua tempat suci ini se¬pan¬jang sejarah.

2. Republik Arab Yaman.
Republik Arab Yaman merupakan salah satu negara Islam di Se¬me¬nan¬jung Arabia. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 536.500 KM. Ber¬da¬sarkan data penduduk yang diper¬oleh pada tahun 1419 H/1998 M jumlah pen¬duduknya diperkirakan mencapai 17.500.000 jiwa. Mayoritas (99 %) bera¬ga¬ma Islam. Di samping itu, terdapat sedikit orang-orang Yahudi. Tidak seperti Arab Saudi, pen-dapatan nasional negeri ini disandarkan pada per¬tanian. Bi¬dang ini diperkirakan mencapai 70% dari keseluruhan penda¬pat¬an negara. Sa¬lah satu komoditas perta¬nian yang menjadi andalan adalah biji kopi. Negeri Yaman sudah dikenal sejak jaman sebelum Islam, karena ter¬dapat kerajaan Saba’ yang pernah mencapai masa kejayaan ketika dipimpin oleh Ratu Bilqis tahun 750–100 SM. Kemudian orang-orang Himyariyah dan as-Subiyah (al-Ahbasi) yang menguasai negeri ini.

Islam Masuk ke Yaman
Sebelum memeluk Islam, masyarakat Yaman menganut agama Yahu¬di dan Nasrani. Diperkirakan pada tahun 6 H /627 M, Rasulullah mengi¬rim¬kan surat kepada al-Harits bin Abdu Kilal al-Himyar, seorang penguasa di Yaman. Kemu¬dian pada tahun 9 H/630 M penguasa Yaman mengirim utus¬an untuk bertemu de¬ngan Rasulullah dengan membawa berita keislaman mereka. Utus¬an tersebut di¬te¬rima Rasulullah dengan baik. Kemudian Ra¬sul¬ullah Saw meng¬utus seorang sa¬ha¬bat bernama Mu’adz bin Jabal untuk men¬jadi da’i dan hakim di Yaman.
Dalam perkembangan kemudian, Yaman tumbuh berkembang men¬jadi pe-nopang agama ini dan menjadikan sebagai salah satu sendi dari sendi-sendi ke¬hi-dupannya. Pada masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, penduduk Yaman ber¬ga¬bung untuk menjadi tentara Islam. Melalui penduduk Yaman inilah Is¬lam masuk ke Selatan Asia, Asia Tenggara dan Afrika Timur. Islam masuk ke negara-negara ini melalui jalur perdagangan. Dalam catatan seja¬rah, terdapat beberapa penguasa sesudahnya, di antaranya Syi’ah Zaidiyah secara berturut-turut meng¬uasai Yaman (248-1382 H/987-1982M). Di antara pemipinnya ada¬lah Muhammad Badr yang menghadapi kudeta militer. Pada tahun 1962 M, para pembetontak di bawah pim¬pinan Abdullah bin Salal, yang mendapat du¬kungan dari Jamal Abdul Naser, penguasa Mesir, mela-ku¬kan gerakan per¬la¬wanan dengan para penguasa yang mendapat dukungan dari raja Arab saudi. Perang ini berakhir dengan ditariknya kekuatan Abdul Nashir dari medan tem¬pur pada tahun 1387 H / 1967 M.
Sementara itu, Negara Yaman Demokratik Selatan telah diduduki Ing¬gis pada tahun 1253 H/1837M.Kemudian diikuti oleh daerah-daerah lain yang jatuh ke tangan Inggris. Negeri ini dijajah Inggris selama lebih kurang 135 ta¬hun, sam¬pai dapat membebaskan diri pada tahun 1388 H/1967 M. Setelah Ing¬gris, negeri ini dikuasai oleh kelompok Komunis di bawah pim¬pinan Qha¬tar Say`bi.
Dalam catatan sejarah, negeri ini telah mengalami beberapakali re¬vo¬lusi. Pemimpinnya Salim Rabi`dicopot lalu dihukum mati. Setelah itu da¬tang Abdul Fattah Ismail, yang dicopot lalu diasingkan. Lalu, kekuasaan di¬pegang oleh Ali Nashir Muhammad. Kemudian kembali dipegang Abdul Fattah. Pa¬da tahun 1406-1497 H/985–1986 M terjadi kontak senjata antara dua ke¬kuatan. Dalam kontak senjata ini, Abdul Fattah terbunuh, sedangkan an-Na¬shir mela¬rikan diri. Setelah itu, muncul pengganti Haidar Abu bakar al-Attas. Kemu¬dian Ali Salim al-Baidh yang merupakan pemimpin terakhir Yaman Selatan. Karena pada masanya kedua negeri Yaman ini bersatu.
Kemudian pada tahun 1410 H/1990 M, dua wilayah ini menyatu dan membentuk saru Negara kesatuan dengan nama Republik Arab Yaman. Pre¬siden pertamanya Ali Abdullahh Shaleh dan wakilnya Ali Salim Al-Baidh, se¬dang¬kan Haidar Abu Bakar al-Attas sebagai Perdana Menteri.
Akan tetapi, kejadian itu tidak berlangsung lama, karena pada pada tahun 1414H/1994 M terjadi perang saudara yang menghancurkan dua wila¬yah ini.Perang ini berlangsung selama 2 (dua) bulan yang berakhir dengan ke¬kalahan orang-orang selatan (yang memisahkan diri). Al-Baidh al-Attas me¬larikan diri keluar negeri. Namun, kesatuan masih tetap terjaga di bawah ke¬pemimpinan tung¬gal di tangan Ali Abdullah Shalih. Dia adalah pemimpin Ne¬geri ini sekarang.Pada tahun 1420 H/1999 M, Yaman bersatu kembali. Kemudian dibuat undang-undag untuk melakukan pemilihan presiden.
Para pemimpin Yaman sejak kemerdekaan adalah sebagai berikut:
1. Abdullah al-Salal berkuasa tahun 1382 -1387 H/1962–1967 M
2. Al-Qadhi Abdurrahman al-Arrayani berkuasa tahun 1387 – 1394 / 1967 – 1974 M
3. Kolonel Ibrahim Al-Hamedi berkuasa tahun 1374 – 1397 / 1974 – 1977
4. Mayor Ahmed al_Ghisyami berkuasa tahun 1347 – 1348 / 1977 – 1978 M
5. Kolonel Ali Abdullah Shaleh berkuasa tahun 1398 / 1978 – Sekarang

3. Kesultanan Amman.
Kesultanan Amman terletak di sebelah Tenggara Jazirah Arabia. Ibu kota¬nya bernama Masqat. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 212.457 KM. Me¬nurut data statistik 1419 H/1998 M, Amman memiliki jumlah pen¬du¬duk se¬ki¬tar 2.200.000 jiwa. Sumber pendapatan negeri Amman berasal dari sektor mi¬nyak dan pertanian.
Penduduk Amman mayoritas muslim Sunni (Ahlus Sunnah) dan se¬di¬kit penganut mazhab Syi`ah. Di Amman ini terdapat mazhab Ibadhiyah yang me¬rujuk pada Abdullah bin Ibadh, salah seorang pemimpin Khawarij, yang masuk ke Yaman pada tahun 121 H/738 M.

Islam Masuk ke Amman
Diperkirakan agama Islam mulai masuk ke Amman pada tahun ke 6 H, ke¬tika Rasulullah Saw mengutus Amr bin Ash dan sejumlah sahabat un¬tuk bertemu dengan Ja`far dan Iyad, dua orang anak al-Jalandi al-Azadi, dua orang raja Am¬man. Keduanya masuk Islam dan diikuti oleh penduduk Am¬man. Kemudian pada masa pemerintahan khalifah Pada masa Abu Bakar As-Shiddiq, dua orang raja dan bangsa ini murtad. Untuk mengatasi pembe¬ron¬takan kaum murtad ini, maka khalifah mengutus Ikrimah bin Abu Jahal dan Hudzaifah al-Bariqi. Kedua panglima ini berhasil mengembalikan mere¬ka ke dalam agama Islam.
Nama kesultanan ini merujuk kepada Amman bin Qahthan yang te¬lah menentap di kota itu. Ketika ditemukan jalur Ra’su Raja al-Shalih, dae¬rah-dae¬rah pesisir Amman mulai menunjukkan arti penting bagi jalur per¬da¬gang¬an inter-nasional. Meskipun begitu, ada segi lain yang kurang mengun¬tungkan bagi negeri ini, karena Portugis kemudian melakukan penyerangan dan beru¬saha menguasai Amman lewat selat Hormuz. Kemudian pada tahun 1069 H/1658 M bangsa Am¬man berhasil mengusir bangsa Portugis. Setelah itu, ke¬kuatan Amman se¬ma¬kin bertambah, karena memiliki angkatan laut yang cukp canggih untuk saat itu, se¬hingga mampu mengontrol wilayah laut lautnya. Ka¬rena itu, Amman memiliki wilayah yang cukup luas hinngga mencapai wi¬la¬yah Zanjibar di Afrika, daerah-daerah selatan Persia, dan Baluchastain. Se¬mua itu terjadi pada masa peme¬rin¬tah¬an al-Ya`aribah 1034-1151 H/1624–1738 M, pemerintahan terbesar yang pernah memerintah Yaman.

4. Negara Uni Emirat Arab.

Uni Emirat Arab terletak di sebelah Timur Jazirah Arabia. Ibu kotanya ber¬nama Abu Dhabi. Wilayah kekuasaannya memanjang sepanjang Pesisir Te¬luk Arab. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 83.600 km. Berdasarkan data statistik yang diperoleh tahun 1419 H/1998 M mencapai 2.800.000 jiwa.
Sejak dulu, negeri ini dikenal sebagai satu wi¬layah Jazirah Arab. Wilayah ini ter¬diri dari 7(tujuh) keemiran, yaitu Abu Dhabi, Dubai, Syariqah, Ra'sul Khai¬mah, Aj¬man, Ummul Qawin, dan Fujairah. Pendapatan negeri ini didasari pada sumber daya alam berupa minyak bumi (sekitar 90%). Sedang pendapatan perkapita pen¬duduknya tergolong paling tinggi di dunia. Persentase kaum muslimin men¬ca¬pai 95% (80% Sunni dan 20% Syiah).
Islam Masuk ke Uni Emirat Arab
Diperkirakan agama Islam masuk ke negeri ini sebelum Rasulullah wafat. Pada masa penjajahan bangsa Eropa, negeri ini dikuasai oleh Portugis se¬pan¬jang abad ke-10 H/16 M. kemudian tunduk di bawah kekuasaan Inggris sejak tahun 1239 H/1818 M. Negara ini memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1391 H/ 1971 M. Lalu, terjadi penggabungan di sepanjang Emirat ini dengan ke¬pemimpinan Syaikh Zayid bin Sultan Ali Nahyan.
Negeri ini merupakan negeri federasi, meskipun bersifat temporer. Ke¬mu¬di¬an pada tahun 1417 H/1990 M ditetapkanlah deklarasi penyatuan yang bersifat per-manen. Namun, problem yang paling menyulitkan bagi Emirat ini adalah perse¬li-sihannya tentang batas wilayah dengan Iran atas tiga kepulauan di Teluk Arab yang dikuasai Iran pada tahun 1975 M.

5. Negara Qatar
Qatar merupakan salah satu negara yang terletak di teluk Arab. Ibu kota Qa¬tar bernama al-Manamah. Pemerintahan ini mencakup Semenanjung dan ben¬tuk¬nya menyerupi bentuk lidah yang masuk ke Teluk Arab. Negeri ini ber¬tetangga de¬ngan Arab Saudi dan Abu Dhabi. Luas wilayahnya mencapai 11. 437 KM, dengan jumlah penduduk berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M mencapai 650.000 jiwa. Persentase penduduk muslim sebanyak 95%. Negara ini menyan¬dar¬kan perekonomiannya pada minyak.

Islam masuk ke Qatar.
Diperkirakan bahwa agama Islam masuk ke wilay ini sejak masa Ra¬su¬lul¬lah, yaitu ketika beliau mengirimkan utusannya ke Bahrain. Proses pe¬nye¬bar¬an dan pengembangan Islam selanjutnya dilakukan oleh para penguasa atau raja-raja muslim sesudahnya.
Dahulu wilayah ini pernah menjadi bagian dari Yamamah. Kemudian, orang-orang al-Qaramithah (salah satu sekte dalam mazhab Syi’ah) meng¬uasainya antara tahun 287-468 H/900¬1075 M. Setelah itu, secara berturut-turut wilayah ini dikuasai oleh Yamamah, dan Mongolia pada abad ke-6 H/12 M, serta orang-¬orang Portugis pada abad ke-10 H/16 M. selain itu, Qatar juga per¬nah tunduk pada kekuasaan Persia.
Dalam catatan sejarahnya, Qatar pernah menjadi bagian dari khilafah Us¬ma-niyah. Ini terjadi pada tahun 1289 H/1872 M hingga akhir Perang Dunia I. Setelah itu wilayah ini tunduk di bawah pen¬jajahan Inggris hingga mem¬per¬oleh kemer¬de-kaannya pada ta¬hun 1391 H/1971 M.
Selain itu, sejak tahun 1264 H/1847 M keluarga Ali Tsani, yang berasal dari Nejd, pernah me¬merintah Qatar. Sedangkan, pe¬nguasa sekarang adalah Syeikh Hamid bin Khalifah Ali Tsani. Dia telah memegang jabatan ke¬ku¬a¬saan sejak pengambilalihan kekuasaan dari ayahnya pada tahun 1416 H/ 1995 M.
Pada tahun 1406 H/1986 M timbul persengketaan batas antara Qatar de¬ngan bahrain mengani batas wilayah kepulauan di Teluk Arab. Per¬seng¬ke¬taan itu dapat diselesaikan melalui musyawarah bersama Majelis Kerja Sa¬ma Te¬luk. Persengketaan la¬in juga terjadi terhadap kepulauan Hiwar, satu wila¬yah yang kini berada di bawah kekuasaan Bahrain. Meski¬pun sejak 1991 M/ 411 H tahun persoalan ini telah dibawa ke Mahkamah Keadilan Negara, tapi hingga kini belumjuga ada keputusannya.
6. Pemerintahan Bahrain.
Bahrain adalah Emirat kecil yang terdiri atas sekumpulan pulau. Luas ne¬gara ini sekitar 695 km2. Ibu kota Bahrain adalah al-Manamah. Negeri ini ter¬letak di teluk yang berdekatan de¬ngan Saudi Arabia. Pulau-pulau yang ter¬pen¬ting di antaranya adalah kepulauan Bahrain, Mihraq, dan Sitrah. Ber¬da¬sarkan data statistik 1419 H/1998 M negeri ini berpenduduk sekitar 643.00() jiwa de¬ngan persentase penduduk muslim sebanyak 85%. Sementara pen¬da¬patan ne¬gara bersandar pada pertambangan minyak bumi.

Islam Masuk ke Bahrain.
Sebelum muslim, penduduk negeri ini menganuut agama Nasrani dan pe-nyembah berhala. Kemudian Rasulullah mengutus sahabat bernama Abul 'Ala al-Hadhrami kepada al-Mundzir bin Sawi, penguasa Bahrain dari kabi¬lah Persia pada saat itu. Lalu, dia memeluk Islam dan diikuti oleh penduduk Bah¬rain lainnya. Setelah itu, banyak di antara mereka yang ikut serta dalam pe¬nak¬lukan Persia. Pada akhir abad ke-3 H. 9 M, al-Qaramithah menguasai wilayah ini. Kemudian kekuasaan mereka berakhir pada tahun 366 H/976 M.
Ketika banagsa Mongol melakukan penyerangan ke wilayah-wilayah Is¬lam, Bahrain pernah ditaklukkan oleh Jenghis Khan pada abad ke-6 H/12 M. Mereka terus berkuasa hingga selama hampir 100 tahun. Setelah itu, Bah¬rain ja¬tuh ke tangan Hulaghu Khan, yang berasal darri bangsa Tartar. Kemu¬dian pa¬da tahun 928 H-1011 H/1521-1602 M Bahrain jatuh ke tangan penjajah Portugis. Tapi dapat direbut kembali oleh Persia. Namun Sultan Amman ber¬hasil mengu¬sir bangsa Persia dari Bahrain, sehingga negeri ini da¬pat dikuasai kembali oleh Sultan Nadir Syah hingga keluarga khalifah menentang dan mengusir mereka pada tahun 1197 H/1782 M dan menjadi penguasa negeri ini.
Pada tahun 1278 H/1861 M. Bahrain jatuh ke tangan Inggris dan baru me-merdekakan dirinya pada tahun 1278 H/1861 M. Penguasa negeri ini seka¬rang adalah Syaikh Hamid bin Isa, dari keluarga khalifah. Dia memegang jabatan setelah ayahnya meninggal pada tahun 1391 H/1971 M. sementara anaknya bernama Salman bin Hamid diangkat sebagai wakilnya.

7. Negara Kuwait.
Kuwait juga merupakan salah satu negeri teluk. Negara yang ber¬ibu ko¬ta¬kan al-Kuwait ini terletak di sebelah Timur laut jazirah Arabia. Kuwait me¬mi¬liki luas wilayah sekitar 17.818 km, dengan jumlah penduduknya berda¬sar¬kan data statistik tahun 1419 H/1998 M mencapai 2.570.000 jiwa. Mayroitas ada¬lah muslim, yakni sekitar 95 %. Luas wilayah yang didiami di Kuwait ini ha¬nya menca¬pai 1% saja dari seluruh luas wilayah negeri ini. Pendapatan asli negeri ini diperoleh dari sistem perkonommian yang berbasis pada sum¬ber minyak bumi. Negara ini menyandarkan perekonomiannya pada minyak.

Islam di Kuwait.
Diperkirakan agama Islam masuk ke Kuwait sama dengan masuknya ke Bahrain, karena dulunya Kuwait merupakan satu wilayah dengan Bah¬rain. Da¬hulu Kuwait adalah pelabuhan kecil yang didiami oleh Bani Utai¬bah, yaitu kelompok masyarakat yang berasal dari keluarga Shabah, keluar¬ga Khali¬fah, al-Jalahimah dan al-Mu'awadah yang berasal dari kabilah An¬zah. Ka¬rena persoalan kemisikinan, akhirnya mereka merantau dari Nejd ke wilayah ini. Kemudian pada tahun 857-921 H/1453-1515 M bangsa Portugis mema¬su¬ki wi¬layah Kuwait. Kemudian pada tahun 1165 H/1752 M keluarga Ali Sha¬bah yang datang dari Nejd dapat menguasai pelabuhan Kuwait dan kemu¬dian mendirikan Emirat Kuwait.
Setelah itu, Inggris mulai menjajah. Hal itu diperkirakan pada tahun 1317 H/1899 M. Kemudian pada tahun 1341 H/1922 M terjadi kesepakatan dengan Arab saudi untuk menentukn batas wilayah. Kemudian pada tahun be¬ri¬kut¬nya, dilakukan juga penentuan batas wilayah dengan Irak. Tetapi, orang-orang Kuwait di bawah pimpinan Syeikh Abdullah ash-Shabah terus me¬nun¬tut ke¬merdekaan dari Inggris, hingga Inggris mengakui kemerde¬ka¬annya pada ta¬hun 1381 H 1961 M.
Setelah Amir Abdullah Salim ash-Shabah wafat pada tahun 1385 11 / 1965 M. maka posisinya digantikan oleh sudaranya, yaitu Shabah Salim. Se¬te¬lah Shabah Salim wafat pada tahun 1399 H/1978 M, maka posisinya di¬gan¬ti¬kan oleh Syeikh Jabir Ahmad ash-Shabah. Pada masa inilah Irak me¬la¬ku¬kan serangan ke Kuwait, yakni pada tahun 1411 H/1990 M. Karena bantuan Ame¬rika, akhirnya Kuwait dapat dibebaskan dari Irak pada tahun 1411 H/1991 M.

8. Republik Irak
Republik Irak terletak di sebelah Barat Daya Benua Asia. Ibu kota Irak adalah Bagdad. Negeri ini memiliki luas wilayah lebih kurang sekitar 438.317 Km2. Jumlah penduduknya ber¬dasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M men¬ca¬pai 25,000.000 jiwa, dengan persentase kaum muslimin sebanyak 97%, se¬ba¬gian adalah pengikut Sunni dan seba¬gian lainnya adalah pengikut Syiah, yang sebagian besar berada di wilayah selatan. Di samping itu, juga terdapat sedikit orang-¬orang Nasrani dan Yahudi. Sumber daya alam terbesar dalam meno¬pang keuangan negaranya berasal dari minyak bumi.

Sejarah Irak
Irak merupakan sebuah negeri yang sangat kegeri ini telah ber¬diri se¬jumlah peradaban kuno klasik. Di antaranya peradaban Sumerian (3700-2350 SM), Kekaisaran Akkadiyah I (2350-2200 SM), Kekaisaran Ba¬bi¬lonia (1895-1595 SM) yang diserang oleh al-Kasyi, kemudian Kekaisaran Asyuriyah (1153-612 SM) yang diserang oleh Persia, Hailini dan Romawi (539 SM-635 M).
Sejak keberhasilan pasukan Sa'ad bin Abi Waqqash menguasai Qa¬di¬siyah pada tahun 14 H/635 M, maka sejak saat itu Irak berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Dengan demikian, berakhirlah sejarah kekai¬saran Per¬sia. Dalam perjalanan sejarah selanjutnya, Irak kemudian tunduk di bawah raja-raja Islam, seperti dinasti bani Umayyah dan Abbasiyah. Setelah itu, da¬tang se¬rangan bangsa Mongol untuk menaklukkan dinasti Abbasiyah pada tahun 656 H/1258 H, sehingga Bagdad, sebagai pusat pemerintahan Abba¬si¬yah han¬cur. Penguasa sesudahnya yang berhasil menguasai Irak adalah bangsa Turki Us¬mani. Pada masa ini Irak benar-benar berada di bawah pe¬ngaruh kekuasaan Turki Usmani, sehingga Irak tidak dapat mengembalikan kejayaannya seperti pada masa pemerintahan dinasti Abbbasiyah, karena Turki Usmani berkuasa cukup lama, yaitu mulai tahun 941-1337 11 / 1534-1918 M.
Kemudian pada tahun 1339 H/1920 M Irak berada di bawah otonomi Inggris. Sebagai penguasa lokal, pada tahun 1339 H/1921 M, Inggris meng¬angkat Faishal bin Husein sebagai Raja Irak dengan Perdana Menterinya Nuri Said. Keduanya telah bersama-sama menghadapi revolusi orang-orang Kurdi pada tahun1922-1932 M. setelah mengalami perjalanan sejarah pan¬jang, akhir¬nya Irak memperoleh kemerdekaanya pada tahun 1531 H/1932 M.
Setelah Faishal wafat, kedudukannya digantikan oleh anaknya ber¬na¬ma Ghazi. Kemudian oleh anaknya yang lain yaitu Faishal. Pada tahun 1377 H/ 1985 M terjadi revolusi dipimpin oleh Abdul Karim Qasim yang meng¬ha¬puskan sistem. kerajaan. Dia membunuh raja dan seluruh anggota keluar¬ga¬nya kemudian dia mendirikan sistem republik. Akan tetapi, pada tahun 1382 H/1963 M terjadi lagi Revolusi yang didukung penuh oleh Partai Ba’ats, se¬hingga sistem republik yang diterapkan Abdul Karim tidak berhasil. Partai Ba’ats ini merupakan partai sosialis dan yang mengendalikan kekuasaan di Irak adalah Ahmad Hasan Bakar, lalu Saddam Husein sekitar 1401-1409 H/ 1980-1988 M.
Sepanjang tahun 1401-1409 H/1980-1988 M. Irak terlibat perang me¬la¬wan Iran. Perang ini baru berakhir setelah Dewan Keamanan PBB campur tangan. Kemudian dilakukan kesepakatan bersama untuk mengadakan gen¬cat¬an sejata antara kedua belah pihak. Dalam Perang Iran-Irak, jumlah kur¬ban tewas se¬ki¬tar 1 (satu) juta orang.
Kemudian pada bulan Muharram tahun 1411 H/1990 M Irak meng¬invasi ( menguasai) wilayah Kuwait. Atas permintaan negara-negara Teluk, terutama Arab Saudi, PBB di bawah komando Amerika Serikat dan Arab Saudi, me¬lancarkan serangan ke Irak. Serangan ini didukung oleh kekuatan internasi¬on¬al terdiri dari 30 negara. Dengan cara ini, ahkirnya Kuwait ber¬ha¬sil dibe¬bas¬kan setelah 7 (tujuh) bulan diduduki. Sebagai akibatnya, Irak me¬nerima sanksi in¬ternasional dalam bidang ekonomi dan militer. Meskipun begitu, Irak di ba¬wah kepemimpinan Saddam Husein, terus melakukan per¬lawanan, hingga akhirnya ia tertangkap dan dihukum gantung oleh tentara Amerika pada ta¬hun 2006 M.

9. Kerajaan Yordania Al-Hasyimiyah.
Kerajaan Yordania terletak di bagian Barat Benua Asia, antara Irak dan Palestine, di tepian timur sungai Yordan. Ibu kota Yordania adalah al-Ha¬syi¬miyah. Negeri ini memiliki luas wilayah mencapai 97.740 km2. Berdasarkan data statistik ta-hun 1499H/1998M jumlah penduduk Yor¬dania diperkirakan sekitar 4.600.000 jiwa, mayoritas (92%) muslim Sunni, sisanya Nasrani.
Dalam catatan sejarahnya, Yorrdania pernah dikuasai oleh orang-orang Ibrani (Yahudi) pernah menguasai lembah Yordania ini, selain Asyuriyah dan Kaldaniyun. Pada masa Qaurisyi, bangsa Persia pernah menguasai wila¬yah ini. Selain itu, pada tahun 332 SM Iskandar Zulkarnain dari Macedonia, juga pernah menguasai Yordania. Iskandar tidak berkuasa lama, karena Yor¬dania kembali dikuasai oleh bangsa Yahudi pada tahun 106 M, lalu direbut oleh bangsa Romawi pada tahun yang sama, yaitu tahun 106 M. bangsar Romawi terus menguasai Yordania hingga akhirnya tentara muslim berhasil mengusir bangsa Romawi dari negeri tersebut setelah kalah dalam Perang Yarmuk pada tahun 14 H/636 M. Sejak sata itu, Yordania berada di bawah kekuasaan Islam, antara tahun 509-583 H/1115-1187 M.
Selain itu, Yordania juga pernah dikuasai oleh orang-orang Salib Eropa hingga Salahuddin al-Ayyubi menguasainya pada tahun 583 H/1187 M, setelah menag dalam perang Hittin. Setelah itu, antara abed ke-10-13 H/ 16-19 M Yordania berada di bawah kekuasaan Turki Usmani. Kemudian pada tahun 1335 H/1916 M, Husein Syarif, salah seorang tokoh penting dari kota Makkah, dengan memperoleh bantuan dari Inggris, berhasil mengusir pa¬sukan Turki Usmani dari Yordania. Kemudian pada tahun 1340 H/1921 M Yordania ter¬bagi menjadi dua wilayah kekuasaan antara Perancis dan Ing¬gris. Maka, mun¬cullah Yordania seperti wilayah merdeka, dikuasai oleh due orang anak asy-Syarif Husein al-Hasyimiyah yang memerintah di Yordania dan Irak. Amir Abdullah bin Husein ditugaskan di Emirat Yordania Timur yang me-rupakan pendiri negara Yordania, dan mengumum¬kan kemer¬de¬ka¬an pada ta¬hun 1366 H/1946 M dengan me¬ngangkat Abdullah sebagai ra¬ja¬nya. Pada ta¬hun 1367 H/ 1948 M berkobarlah perang antara pasukan Arab dan Yahudi yang berakhir dengan penguasaan Yahudi atas Palestin. Tepi Ba¬rat lalu ber¬ga¬bung dengan Yordania Timur. Pada tahun 1371 H/ 1951 M Raja Abdullah ter¬bunuh, dan ke¬dudukannya digantikan oleh anaknya bernama Thalal. Ke¬mu¬dian oleh anak¬nya yang lain Husein bin Thalal pada tahun 1371 H/1952 M.
Pada tahun 1377 H/1957M. Inggris melakukan evakuasi pasukan dari Yordania, setelah perang tahun 1967 M Israel menguasai Tepi Barat. Dalam pe¬rang tahun 1973 M, Yordania turut serta me¬nyerang Israel bersama Mesir dan Suriah. Pada saat Perang Teluk yang terjadi pada tahun 1411 H/1991 M Yor¬dania membantu Irak. Inilah yang menyebabkan hancurnya hubungan Yor¬da¬nia dengan Saudi Arabia, Mesir, dan negara-negara teluk lainnya
Setelah peperangan itu Yordania ikut serta dalam per¬janjian damai de¬ngan memberikan perhatian terhadap perda¬maian di Timur Tengah. Pada ta¬hun 1415 H/1994 M Yordania menjalin hubungan diplomasi dengan Israel, dan pada tahun 1419 H/1999 M Raja Husein wafat, setelah memerintah se¬la¬ma 47 tahun. Kedudukannya digantikan oleh anaknya Abdullah bin Husein yang pada masanya menjabat sebagai wakil raja.

10. Palestina.
Negeri Palestina terletak di pesisir Timur Laut Tengah, di Asia Barat. Pa¬da zaman dahulu negeri ini bernama Bumi Kan'an. Yerussalem (Al-Quds,) yang kini menjadi ibu kota, dibangun sekitar tahun 3000 SM oleh orang-orang Kan¬'an. Selama sekitar 1000 tahun, tempat ini dikuasai oleh orang-orang Ya¬hudi di bawah pimpinan Nabi Daud A.S, lalu digantikan oleh anak¬nya Nabi Sulaiman AS. Kemudian Nebukadnezar pimpinan orang-orang Asyuriyah berhasil menguasainya. Di bawah kepemimpinannya inilah ia brusaha menghan¬cur¬kan bahkan me¬musnahkan orang-orang Yahudi. Dengan demi¬kian, berakhirlah ke¬kuasaan keluarga Daud pada tahun 586 SM.
Kemudian pada tahun 332 SM Iskandar Zulkarain dari Macedonia ber¬hasil menguasai Palestin. Kekuasaan ini kemudian beralih ket tangan bangsa Romwai ketika bangsa ini melakukan serangan ke Palestina dan wilayah di sekitar Syria lainnya. Kemudian pada tahun 66 M bangsa Yahudi memper¬kuat penguasaannya atas Yerussalem, dan pada tahun 135 M Kaisar Romawi ber¬nama Hedrin berhasil memadamkan revolusi dan menghancur¬kan Yerus¬salem dan penduduknya, sehingga bangsa Yahudi terbunuh dan terusir dari nege¬ri¬nya. Pada tahun 614 M, Persia menguasai negeri Syam. Namun, pada tahun 627 M Romawi berhasil mengalahkan Persia dan mengusir mereka dari Syam.
Pada masa inilah Islam muncul. Tahun 15 H/636 M pasu¬kan Islam ber¬hasil memperoleh kemenangan mereka atas Al-Quds dan negeri Syam. Ini ter¬jadi pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab. Pada masa itu, khalifah Umar datang sendiri ke Palestina dan mene¬rima kunci-kunci gerbang Al-Quds dari orang-orang Romawi. Al-Quds tetap berada dalam naungan orang-orang Arab Islam. Kemudian secara berturut-turut dikuasai oleh para penguasa Islam, mu¬lai dari al-Khulafa al-Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Bani Thulun, Akhsaydiyah, Fathimiyah, Ayyubiyah, dan al-¬Mamalik. Ke¬mudian orang-orang Turki Usmani menguasai wilayah ini sam¬pai dengan tahun 1367 H/ 1948 M, kecuali_pada masa Perang Salib, yaitu pada tahun 493 - 583 H/1099-1187 M.
Penjajahan Yahudi atas Palestina
Dalam catatan sejarahnya, dulu Palestina berada di bawah perlin¬dung¬an raja-raja pemerintahan Usmani. Lalu, pemimpin Yahudi, Hertzel, beru¬sa¬ha membujuk Khalifah Abdul Hamid II agar menyerah¬kan Palestina kepada me¬reka. Namun, khalifah menolaknya dan mencegah perpindahan mereka ke Pa¬lestina. Karena ditolak, maka, orang-¬orang Yahudi berupaya untuk men¬ja¬tuh¬kan khalifah, dan akhirnya mereka berhasil.
Pada pertengahan Perang Dunia I, karejaan Turki Usmai kalah. Karena itu, daerah-daerah kekuasaanya jatuh ke tangan bangsa-bangsa Barat. Pa¬les¬tnia yang ketika itu berada di bawah kkekuasaan Usmani, jatuh ke tangan Ing¬gris. Dari tangan Inggris inilah negeri Palestina diberikan kepada bangsa Ya¬hudi, untuk mendirikan negara nasionalis bagi mereka melalui perjanjian Bal¬four pada tahun 1336 H/1917 M. Lalu, didirikanlah negara dalam negara (Ing¬gris memberikan mandat kepada Yahudi), sebagai pembuka bagi ber¬di¬rinya negara mereka serta mengizinkan orang-orang Yahudi di seluruh dunia un¬tuk pindah ke Pelestina. Sejak sat itu, mulai timbul perlawanan dari bangsa Palestina ter¬hadap Yahudi yang ingin mendirikan negeri Israel. Akan tetap, semua upaya ini tidak membuahkan hasil. Setelah selesainya otonomi Ing¬gris, Yahudi meng¬umunkan berdirinya ne¬ga¬ra nasional mereka di Palestin dengan nama Negara Israel pada tahun 1367H/1948 M. Proklamasi ini men-dapat restu negaraa-ne¬gara besar di dunia, bahkan Amerika Serikat dan se¬kutu-sekutunya terus me¬nyokong berbagai kebutuhan Israel.
Dengan demkian, akhirnya orang-orang Zionis berhasil menguasai Pa¬lestina dengan dukungan Inggris dan Amerik. Pasukan Arab pernah men¬co¬ba masuk ke Pelestina ini, namun mereka kalah dan menarik diri. Pada tahun 1368 H/1949 M Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengeluarkan un¬dang-¬un¬dang yang membagi Palestina menjadi dua negara, yaitu untuk Arab dan Ya¬hudi. Namun sayang, undang-undang ini tidak pernah direali¬sasikan. Bang¬sa Yahudi kembali meraih kemena¬ngan ketika umat muslimin kembali me¬nyerang mereka pada perang tahun 1387 H/1967 M. Mereka lalu meng¬ga¬bungkan Al-Quds dan kota-kota Palestina lainnya. Mereka juga men¬caplok Tepi Barat Yordania, Dataran Tinggi Gholan, di Suriah, Sinai di Mesir, dan terakhir menguasai Lebanon selatan pada tahun 1402 H/1982 M.
Ketamakan mereka belum berakhir sampai di situ. Bangsa Yahudi se¬lalu memproklamirkan ambisinya untuk mendirikan negara, Israel Raya. Mereka selalu menolak seluruh resolusi yang dikeluarkan oleh PBB yang me¬nuntut pencabutan kembali tanah-tanah yang telah dirampas sejak tahun 1967 M. Palestina dan tanah-tanah lain yang dirampas masih tetap berada di bawah penjajahan Zionis.
Intifadah al-Mubarakah 'perlawanan dengan menggunakan batu' telah berkobar di Palestina sejak tahun 1407-1414 H. Kemudian pada tahun 1414 H/ 1993 M telah ditandatangani kesepakat¬an penting antara Israel dan wi¬la¬yah-wilayah bebas di Pales¬tina, yang berisi penarikan mundur pasukan Israel dari wila¬yah Gaza dan Jericho terlebih dahulu. Juga pengakuan terha¬dap or¬ga¬nisasi yang mewakili bangsa Palestina, serta negosiasi terhadap dasar-dasar keputusan Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan tentang ma¬salah ini. Pada tahun yang same akhir¬nya terjadi penarikan diri pasukan dari Gaza dan Je¬richo serta memasukkan wilayah tersebut ke dalam ke¬kuasaan Palestina yang manajemennya dipimpin oleh Yasser Arafat.
Kemudian pada tahun 1416 H/1995 M, juga telah selesai ditan¬da¬tang¬a¬ni kesepakatan perjanjian tahap kedua antara Israel dan Palestina yang berisi pe¬narikan mundur Israel dari Tepi Barat, dengan kewajiban menarik pasuka¬nnya dari sejumlah kota besar, seperti Betlehem, Nablus, Thalkhram, Jenin, Ramal¬lah, dan lebih dari 400 desa kecil.
Hal penting yang perlu dicatat di sini adalah tidak adanya keinginan dari Israel untuk melakukan upaya perdamaian. Rakyat Palestina dan bang¬sa Arab telah sangat menderita akibat penundaan dan penangguhan mereka terhadap upaya kesepakatan ini.
Luas wilayah Palestine sekitar 27.010 km2, seluruhnya tun¬duk di ba¬wah penjajahan Israel, dengan pengecualian 3% dari wilayah itu dibawah ke¬kua¬sa¬an Palestina sendiri. Jumlah pen¬duduknya mencapai 7.200.000 jiwa ber¬da¬sar¬kan data tahun 1419 H/1998 M.
Dalam pemilihan umum berdasarkan undang-undang pada tahun 1416 H/1996 M, Presiden Yasser Arafat memperoleh kemenangan. Dengan demi¬ki¬an, Arafat menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis di wi¬la¬yah yang dikuasai oleh orang-orang Palestin sendiri. Hingga Yasser Ara¬fat wa¬fat, belum juga terjadi keinginan dari pihak Israel untuk melepaskan ke¬ku¬a¬saannya atas Palestina.

11. Republik Lebanon.
Republik Lebanon, merupakan salah satu negara Islam di Timur Te¬ng¬ah. Ibu kotanya adalah Beirut. Republik Lebanon ini terletak di Asia Barat di pe¬si¬sir Timur Laut Tengah. Luas wilayahnya mencapai 10.452 km2. Negeri ini di¬kelilingi oleh Suriah dan Palestin. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/ 1998 M jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 4.200.000 jiwa, dengan per¬sentase penduduk muslim sebanyak 75%. yang sebagian besar adalah peng¬i¬kut Sunni dan sebagian yang lain pengikut Syiah. Sekitar 4% penduduk Le¬ba¬non adalah pengikut kelompok Syi’ah Druze. Sedangkan Nasrani berjumlah sekitar 20 % dari total penduduk.
Sistem pemerintahan dan politik di sini mengikuti agama-agama dan mazhab-mazhab yang ada. Presiden republik negeri ini berhasab pada ke¬lom¬pok al-Mauzunah (kelompok Nasrani). Perdana Menterinya adalah se¬orang muslim Sunni. Ketua parlemennya berasal dari kelompok Syiah. Se¬dangkan, anggota-anggota kursi parlemen terbagi di antara kelornpok¬ke¬lom¬pok dan mazhab-mazhab tersebut.
Islam Masuk ke Lebanon
Sejak lama Lebanon telah menjadi bagian dari negeri Syam, yang me¬ru¬pakan tempat tinggal orang-orang Venicia terdahulu. Sebelum Islam, ne¬geri Syam seluruhnya berada di bawah kekuasaan Romawi. Pada masa pe¬me¬rin¬tahan khalifah Umar bin al-Khaththab, setelah penaklukkan Da¬maskus pada tahun 14 H/635 M, Abu Ubaidah bin Jarrah melanjutkan perjalanannya ke Himsh. Dalam perjalanannya dia menaklukkan Ba'labak. Lalu, terus ber¬lanjut ke negeri-negeri Syam lainnya, hingga sampai ke pesisir Lebanon seperti Sho¬i¬da', Beirut, dan Shuar yang ditaklukkan oleh Yazid bin Abi Suf¬yan
Muawiyah bin Abi Sufyan, Gubernur Syam saat itu adalah orang yang pertama kali membentuk armada laut Islam di pesisir Laut Tengah di Le¬ba¬non. Dengan armada itulah Mua'wiyah menyerang Siprus dan menak¬luk¬kan¬nya pada tahun 28 H. Lalu, armada Islam ini mengalahkan armada Byzantium. Kaum muslimin berhasil memperoleh kemena¬ngan besar di lautan atas Roma¬wi dalam Perang Dzatu Sha¬wari pada tahun 31 H/651 M. Pada masa Khalifah Usman bin Affan, pesisir-pesisir Lebanon ini dijadikan tempat ber¬tolak untuk menyerang Konstatinopel.
Kemudian, dalam masa selanjutnya, Lebanon menjadi bagian dari kera¬jaan Turki Usmani pada abed ke-10 H. Kemudian di san berdiri Emirat Ma'¬niyah (922-1109H/1516-1697M). Lalu, Emirat Syihabiyah (1110-1258 H/ 1698-1842 M), kemudian ditempati oleh wakil Nasrani yang menguasai Le¬banon (1278-1328 H/1861-1910 M). Setelah Perang Dunia I, pasukan Perancis me¬ma¬suki wilayah ini pada tahun 1337 H/1918 M. Wilayah ini kemudian dikuasai secara bersama oleh Perancis dan Inggris, hingga negara ini mem¬peroleh ke¬merdekaannya pada tahun 1360 H/1941 M.
Dalam Perang Arab–Israel tahun 1367 H/1948 M. Lebanon ikut serta. Se-panjang tahun 1395-1411 H/1975-1990 M telah terjadi perang sipil di Le¬banon yang menjadikan negeri ini benar-benar hancur.
Kemudian pada tahun 1402 H/1982 M, Lebanon menyaksikan invasi Is¬rael yang melakukan pembantaian di Shabra dan Syatila, sebuah tragedi ke¬manusiaan yang paling mengerikan, dan setelah itu Israel menduduki Le¬ba¬non Selatan. Pada tahun 1412 H/1991 M Lebanon ikut terlibat dalam upa¬ya perdamaian dengan Israel di Timur Tengah, di samping Palestina, Su¬riah, dan Yordania.
Di Lebanon belum pernah terjadi kudeta militer. Semua pemimpin me¬reka dipilih lewat pemilihan umum yang resmi. Patut diingat bahwa Suriah merupakan sekutu strategic bagi Lebanon (terdapat sekitar 35.000 tentara Su¬riah di Lebanon sejak berakhirnya perang pada tahun 1990 M).
Pada tahun 1420 H/1999 M Israel menarik tentara dan rakyatnya dari daerah Jazin di selatan Lebanon tanpa syarat. Perlu diketahui bahwa daerah ini (Jazin) telah dijajah oleh Israel sejak tahun 1982 M. Pada tahun 1419 H/ 1998 M Jendral Amin Luhud terpilih sebagai Presiden negeri ini.

12. Suriah
Suriah terletak di Pesisir Timur Laut Tengah di Asia Barat. Ibu kotanya adalah Damaskus. Luas wila¬yahnya mencapai 185.180 km2, dengan jumlah penduduk berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M sebanyak 17. 500.000 jiwa, dengan persentase punduduk muslim sekitar 91%(79% peng¬ikut Sunni, 8% pengikut Alawiyah, 3% pengikut kelompok Druze, di sam¬ping itu juga terdapat pengikut Syiah Ja'fariyah, Ismailiyah, dan Yazidiyah yang hanya sekitar 1 %. Terdapat mi¬noritas Nasrani yang mencapai 9 %, dan terdapat se¬ki¬tar 70.000 orang-orang Yahudi.

a. Sejarah Suriah
Dalam catatan sejarah diketahui bahwa arang-orang Arab Samiyah telah mendiami Suriah sejak 5000 tahun SM. Di sana telah berdiri peradaban-per¬a¬daban kuno. Peradaban yang paling terkenal adalah Peradaban Ak¬ka¬diyah, Amuriyah, Asyuriyah, Babilonia, dan Aramiyah (Aramic. Setelah itu Suriah tunduk kepada kekaisaran Akhmi¬diyah Persia, lalu kepada Iskan¬dar Zul¬kar¬naen dari Macedonia pada tahun 333 SM. Kemudian bangsa Ro¬mawi menyer¬bu Suriah dalam perang Palestina Utara pada tahun 64 SM. Sekitar tahun 300 M, Suriah menjadi bagian dari kekaisaran Byzantium.
b.Islam Masuk ke Suriah
Seperti diketahui bahwa dahulu Syam berada di bawah kekaisaran Ro¬mawi. Bashra merupakan kota. Suriah pertama yang ditaklukkan oleh Kha¬lid bin Walid pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Kemudian pada tahun 14 H/635 M. umat Islam memasuki Damaskus setelah menge¬pungnya selama 6 bulan. Setelah Perang Yarmuk yang terakhir pada tahun 14 H/635 M, kota-kota Suriah berada di bawah dermaga kekuasaan Islam, mulai dari Ha¬mat, Himsh, Halab, kemudian kota-kota jazirah, seperti Riha' dan Nu¬saibin. Pesisir-pesisir Suriah menjadi tempat bertolaknya pasukan Islam da¬lam mela¬kukkan penaklukkan-penaklukan ke arah barat untuk menunkkan pulau-pu¬lau dan menyerang Konstantinopel.
Kemudian Damaskus menjadi ibukota khilafah Umayyah. Pada masa-masa akhir pemerintahan Abbasiyah, Suriah diperintah oleh dinasti yang ber¬a¬sal dari Turki. Kemudian tunduk di bawah orang-orang Fathimiyah, lalu oleh Mamluk.
Pada abad ke-5 H/11 M Suriah jatuh ke tangan orang-¬orang Turki Saljuk. Kemudian orang-orang Salib menyerbu dan menguasainya hingga mereka di-kalahkan oleh Nuruddin Zinki. Setelah itu, Salahuddin al-Ayyubi yang meng¬gabung-kan wilayah ini ke dalam kekuasaan orang-orang Ay¬yu¬biyah.
Serangan bangsa yang terjadi pada tahun 658 H/1260 M, tidak berhasil maksimal, karena orang-orang Mamluk berhasil mengusir mereka. Pada ma¬sa inilah Timurlank menyerbu Suriah dengan membakar kota¬-kota, serta mem¬bu¬nuh sejumlah besar penduduknya. Su¬riah menjadi bagian dari khi¬lafah Usma¬niyah antara tahun 922-1339 H/1516-1920 M. Setelah itu Faishal Husein ter¬pi¬lih sebagai raja mereka pada tahun 1338 H/ 1920 M. Namun, baru beberapa bulan berkuasa, ketika pasukan Perancis menguasai Suriah dia melarikan diri ke Eropa. Akhirnya, negeri ini masuk ke dalam otonomi Perancis.
Suriah memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1361 H/1941 M. Ke¬mudian Perancis keluar secara penuh dari Suriah pada tahun 1366 H/1946 M. Suriah lalu menyatu dengan Mesir tahun 1378-1381 H/1958-1961 M. Pada ta¬hun 1383 H/1963 M Partai Ba'ats menjadi partai penguasa. Tahun 1393 H/ 1973 M Suriah ikut serta bersama Mesir dalam perang Oktober melawan Israel dan berhasil memperoleh beberapa. kemenangan. Tahun 1411 H/1990 M ke¬kuatan militer Suriah bergabung dengan kekuatan negara-negara se¬kutu da¬lam membebaskan Kuwait dari invasi Irak. Pada tahun 1412 H/1991 M. Suriah duduk bersama. Israel untuk mengadakan perundingan dalam upaya menja¬min perdamaian di Timur Tengah. Upaya ini masih terus ber¬langsung hingga kini.
Dalam perjanalan sejarah negeri ini, kekuasaan selalu diperoleh para pemimpinnya melalui kudeta militer. Hampir seluruh kepala negara men¬gapai kekuasaannya melalui kudeta militer. Suriah pernah diperintah oleh Husni az-Zaim, Sami' Al-Hanawi, Adib Syisyikli, Faisal ath-thasy, Amin Hafizh, dan Nuruddin ath-Thasy. Pada masa ini Hafizh Asad memimpin gerakan re¬volusi untuk menentang. Kemudian ia menjadi presiders Suriah sejak tahun 1390 H/1970 M. Pada tahun 1417 H/1996 M terjadi ketegangan hubungan antara Suriah dengan Turki. Untuk itu, Suriah pernah bersekutu dengan Israel. Per¬so¬alan ini terus berkembang hingga hampir-hampir terjadi perang militer. Pada tahun 1419 H/1995 M untuk yang kelima kalinya Hafizh Asad kembali me¬mimpin negeri ini, selama 7(tujuh tahun) men¬da¬tang sejak 1999-2006, namun ia keburu meninggal.

13. Republik Turki.
Republik Turki, merupakan negara yang berada pada dua wilayah, yakni Eropa dan Asia. Ibu kotanyan adalah Ankara. Luasnya mencapai 779.452 KM2. Posisinya sangat strategis karena menghadap ke arah perairan penting, yakni ke arah Laut Hitam dan Laut Tengah, serta menguasai wilayah yang meng¬hu¬bungkan perairan di Dardanil dan selat Bosforus. Turki merupakan perlin¬tas¬an antara Eropa dan Asia. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/ 1998 M Jumlah penduduk Turki diperkirakan sekitar 65.200.000 jiwa de¬ngan per¬sen¬tase penduduk muslim sebanyak 99%,yang memiliki asal-usul bera¬gam ber¬dasarkan rasa dan bahasa.
Meskipun muslim menempati posisi mayoritas, umat Islam berada pada tataran kehidupan yang kurang menguntungkan. Hal ini terjadi karena sistem pemerintahan sekular. Sebelumnya mereka bersandar kepada Arab, kemudian menjatuhkan diri ke dalam pangkuan Barat. Turki terus mengikuti gaya mere¬ka hingga sekarang, sekalipun negara ini masuk ke dalam ke¬ang¬gotaan OKI.
a.Islam Masuk ke Turki
Sebelum Islam, Asia Kecil berada dalam kekuasaan Byzantium. Pada ta¬hun 6 H Rasulullah mengirimkan surat kepada raja negeri ini, menyuruh me¬reka untuk masuk Islam. Lalu, raja negeri itu menulis surat kepada kaisar Ro¬mawi. Raja negeri itu menyaksikan bahwa kaisar memiliki kecenderungan ke¬pada Islam, sekalipun ia memperoleh perlawanan dari gereja dan pem¬besar kerajaan.
Setelah penaklukkan Syam, kaum muslimin mengarahkan pasukannya ke utara. Mereka menaklukkan kota-kota yang dilaluinya dan menja¬di¬kan¬nya sebagai benteng dalam meng¬hadapi Romawi di perbatasan Asia kecil.
Pada masa-masa kelemahan pemerintahan Abbasiyah, bangsa Ro¬ma¬wi menghancurkan benteng ini. Lalu, kaum muslimin Turki (Saljuk) ber¬kum¬pul untuk menaklukkan bangsa Romawi. Mereka mulai bergerak dari Tur¬kis¬tan hingga Anatolia untuk menghadapi Romawi. Mereka ber¬hasil mem¬per¬oleh kemenangan besar dalam Perang Maladzikird atau Manzikar pada ta¬hun 463 H/1070 M. Lalu, mereka menjadi pemimpin Asia kecil dengan men¬jadikan Kanya sebagai ibukotanya. Mereka inilah yang kemudian dikenal de¬ngan sebutan Saljuk Romawi. Dengan demikian, maka Islam tersebar ke se¬lu¬ruh Asia Kecil melalui mereka.
b. Pemerintahan Usmaniyah (699-1342 H/1299-1923 M)
dalam sejarahnya, kabilah Turki merupakan sebuah kabilah yang ber¬asal dari Asia Tengah. Karena persoalan politik, akhirnya mereka me¬la¬rikan diri dari Mongolia, kemudian menetap di sebelah Barat Laut Asia Ke¬cil. Me¬reka menetap di situ dan berada di bawah perlindungan orang-orang Saljuk. Setelah kekalahan orang-orang Saljuk di hadapan Mongolia, pemimpin ka¬bi¬lah Usman mengumumkan pemisahan dirinya pada tahun 699H/1299M. Me¬reka merupakan cikal bakal dari pemerintahan Usmani¬yah yang telah ber¬ji¬had di Eropa, menundukkan Hongaria, Beograd, Al¬bania, Yunani, Rumania, Serbia, Bulgaria, dan seluruh dunia Timur Islam.
Kemenangan terbesar mereka adalah menaklukkan Konstantinopel di tangan Sultan Muhammad II (al-Fatih) pada tahun 857 H/1453 M Kemu¬dian kota Konstantinopel menjadi pusat pemerintahan Islam dan diganti namanya menjadi Istanbul.
Selama lebih kurang 7 (tujuh abad) dinasti Turki Usmani meng¬a¬la¬mi masa kejayaan, yaitu sejak tahun 699-1342 H/1299-1923 M. Kemudian khi¬la¬fah Islamiah ini runtuh, yang merupakan khilafah Islamiah terakhir, dan ter¬pecah menjadi negara-negara Islam. Turki kemudian berubah men¬jadi re¬pub¬lik kecil.
Turki menyaksikan gerakan nasionalis di bawah kepemimpinan Mus¬tafa Kamal at-Taturk yang menghapuskan khilafah pada tahun 1342 H/1923 M dan mengumumkan berdirinya negara Republik Turki dengan meng¬ganti un¬dang-undang Islam dengan undang-undang nasionalis sekuler. Dia tetap memegang kekuasaan hingga kematiannya pada tahun 1357 H/1938 M. Ke¬dudukannya kemudian digantikan oleh Ismet Ainunu yang meme¬gang ke¬ku¬asaan hingga kematiannya pada tahun 1370 H/1950 M. setelah itu, yang me¬merintah adalah Ba Yar, sepanjang tahun 1380-1393 H/1960-1973 M. Ke¬kua¬saan militer sempat berkuasa di negeri ini, lalu kembali dikuasai oleh pe¬me¬rintahan sipil.
Pada tahun 1400 H/1980 M, terjadi kudeta militer dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Keadaan ini kemudian berkurang, namun pelang¬ga¬r¬an terhadap hak-hak asasi manusia secara terang-terangan masih kerap ter¬ja¬di. Perlawanan kaum Kurdi dan Armenia merupakan sumber dari ke¬kerasan politik yang terns berlangsung di negeri ini. Yaitu, ketika partai bu¬ruh al-Kurdistani (sejak tahun 1948 M) melakukan pemberontakan bersen¬jata untuk mendiri¬kan negara Kurdi. Korban yang terbunuh dalam peris¬tiwa ini men¬capai lebih dari 40.000 orang.
Setelah kematian Presiders Thurgut Ozal, ia digantikan oleh Sulai¬man Damirel pada tahun 1414 H/1993 M dan Tanzu Ciller sebagai Perdana Menteri wanita pertamanya dalam sejarah Turki pada tahun yang sama. Pa¬da tahun 1996 M Turki menjalin kerja sama di bidang militer dengan Israel. Ini dila¬kukan untuk menimbulkan kemarahan bangsa Arab dan kaum mus¬limin.
Pada tahun 1419 H/1999 M, pemerintah Turki menangkap Abdul¬lah Ojolan, tokoh Kurdi yang juga pemimpin Turki, dan menghukumnya deng¬an hukuman mati. Dengan kematiannya, hubungan antara Turki dengan Kurdi semakin menjadi tidak menentu.
Kondisi politik di Turki mencerminkan kekacauan dan instabilitas, hal ini ditandai dengan berganti-gantinya pemerintahan sejak tahun 1995 M. Dari mulai Najmuddin Erbakan (Islam), kemudian Ciller yang berduet de¬ngan Masud Yelmaz, kemudian Erbakan bersama Ciller, kemudian Yalmaz. Pada talitin 1411) 11/1999 M Yalmaz dipecat karena hubungannya dengan mafia, lalu digantikan oleh Bolan Ajawid.

14. Repbulik Islam Iran
Republik Islam Iran, merupakan salah satu negara Islam di Timur Te¬ngah yang selalu menjadi perhatian dunia. Ibu kota Republik Islam Iran ada¬lah Teheran. Negeri ini terletak di sebelah Barat Daya Asia. Luasnya menca¬pai 1.648.000 km2 dengan jumlah pen¬du¬duk berdasarkan data sta¬tistik tahun 1419 H/1998 M sebanyak 69.500.000 jiwa. Persentase pemeluk Islam sebesar lebih kurang 98 % dan mayoritas¬nya adalah pengikut Syiah yang bermazhab Itsna Asyari atau Ja'fari, yang merupakan mazhab resmi negara. Di sana juga terdapat sedikit pengikut Sunni, Nasrani, Yahudi, dan Zoroaster yang jumlahnya tidak lebih dari 2 %.
Islam dan Sejarah Iran
Setelah Perang Qadisiyah dan penaklukan Irak pada tahun 14 H/ 635 M di masa Khalifah Umar ibnul-Khaththab, kaum muslimin men¬ja¬di¬kan Irak sebagai markas bertolaknya pasukan Islam dalam menaklukkan negeri Persia dengan menaklukkan ibukota mereka Madain. Kemudian me¬nak¬lukkan Ja¬laula yang merupakan kota terbesar mereka pada tahun 16 H/637M. Persia lalu menarik pasukannya ke garis kedua di Nahawand. Maka, berakhirlah pertemuan dua pasukan besar ini (antara kaum mus¬lim¬in yang dipimpin oleh Nu'man bin Makran, kemudian Huzaifah bin Yaman dengan pasukan Persia yang dipimpin oleh raja mereka Yazdajir..
Dalam pertempuran ini, umat Islam memperoleh kemenangan besar pada tahun 21 H/641 M. Dalam sejarah kemenangan ini disebut dengan istilah al-Futuh. Setelah itu umat Islam melebarkan sayapnya di negeri Per¬sia. Pada masa pemerintahan kahlifah Umar bin al-Khattab, seluruh Persia berada di dalam genggaman kaum muslimin. Dengan jatuhnya Qadisiyah, maka lenyaplah kekaisaran Persia. Kemudian satu persatu negeri ini menjadi wilayah kekuasaan umat Islam.
Setelah itu, pada ahun 218 H/833 M muncul pemerintahan Shafari¬yah di Sajistan. Kekuasaan mereka meluas hingga ke Khurasan dan seluruh timur Iran. Setelah itu, yang berkuasa di negeri Persia adalah Bani Ziyad, orang-orang Samaniyah, orang-orang Ghaznawiyah, Buwaihi¬yah, dan ter¬akhir orang-orang Saljuk, yang menundukkan wilayah ini untuk mereka pada tahun 418 H/1027 M. Kemudian negeri Persia tunduk kepada Mo¬ngolia pada tahun 1220 M, di bawah kekuasaan Hulaghu Khan dari Tartar, dan Ti¬murlank yang mengikuti jejak mereka. Setelah itu, bangsa Turki yang ber¬kuasa antara tahun 797-891 H/1394-1486 M.
Iran sebagai sebuah negara bermazhab Syiahbaru muncul pada abad ke-10 H/16 M. ketika Shafawiyah dinasti berkuasa antara tahun 907-1148 H/1502-1735 M. Pada tahun 1135 H/1722 M, Iran dikuasai oleh orang-orang Afghanistan. Kemudian dikuasai oleh Nadir Syah yang mengusir orang-orang Turki Usmani dan Rusia. Setelah itu, Iran diperintah oleh orang-orang Qajariyah (1779-1925 M).
Kemudiian pada tahun 1340 H/1921 M, Reza Khan Pahlevi mela¬kuk¬an kudeta dan mengambil kekuasaan, serta memaksakan peradaban Barat kepada Iran. Dia berdiri dibelakang Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. La¬lu, tentara Inggris dan Rusia menguasai Iran pada tahun 1366 H/1946 M, dan menyingkirkan Reza. Kedudukannya ini kemudian digantikan oleh anaknya bernama Muhammad Reza. Kemudian pada tahun 1366 H/1946 M kekuatan-kekuatan asing keluar dari Iran. Pada tahun 1383 H/1963 M, Syah Muhamad Reza melakukan reformasi ekonomi di bawah kepe¬mim¬pinan Khomaeni. Lalu, Khomaeni dibuang ke Irak, Syah lalu mengubah sejarah Islam di Persia. Dia menguasai tiga kepulauan di Teluk Arab (yang mengikuti kepada peme¬rintahan emirat-emirat). Maka, bangkitlah per¬la-wanan para tokoh agama. Menentangnya (dengan dipimpin oleh Ali Syariati dari dalam negeri dan Khomeini dari luar negeri) yang me¬mak¬sanya pergi dari negeri itu. Khomeini lalu kembali ke Iran dan memegang kekuasaan pada tahun 1399 H/ 1979 M.
Sepanjang tahun 1401-1409 H/1980-1988 M Iran terlibat perang me¬la¬wan Irak. Khomaeni kemudian wafat pada tahun 1410 H/1989 M, lalu di¬gan¬tikan oleh Ali Khamanei (sebagai pemimpin spiritual) dan Hasyemi Rafsan¬jani memegang tampuk pemerintahan. Lalu, terjadi pembaruan ke¬pe¬mim¬pinan yang lain pada pemilihan tahun 1414 H/1993 M.
Pada tahun 1418 H/1997 M, Muhammad Nur Khatami terpilih se¬ba¬gai presiden menggantikan Rafsanjani.Dengan melihat cara ber¬pi¬kirnya yang rasional dan politiknya yang adil, negeri itu mengalami stabilitas di bidang politik dan ekonomi sepanjang masa pemerintahannya. Kini Re¬publik Islam Iiran berada di bawah kepemimpinan Ahmedinejd, mantan akt¬i¬vis maha¬sis¬wa pada tahun 1979 M. Di bawah kepemim¬pin¬an¬nya, Iran tetap menjadi ne¬gara muslim terkuat, karena mampu mengem¬bangkan sistem per¬senjataan nuklir yang ditakuti dunia Barat dan Ame¬rika serta sekutu-seku¬tunya.

15. Afghanistan.
Afghanistan terletak di sebelah Barat Daya Asia. Ibu kotanya adalah Kabul. Luas wilayahnya mencapai 652.225 kM2. berdasarkan sata statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 23. 100. 000 jiwa yang terdiri atas etnik Pusthun, Tajikistan, Uzbekistan, dan Hazarat. Persentase penduduk pedalaman di Aghanistan mencapai sekitar 80 %, se¬dang yang buta huruf hampir mencapai 90 %. Kota-kota terkenal di sana ada¬lah Kabul, Kandahar, dan Herat. Sedangkan, bahasa-bahasa penting yang ada di sana adalah Pushtu sebagai bahasa resmi dan ad-Dari, gabungan ba¬hasa Persia-Aghanistan. Mayoritas penduduknya muslim, se¬kitar 99 %, dan 80 % adalah pengikut Sunni, selebihnya pengikut Syiah al-Hazazal. Di sam¬ping itu juga terdapat sejumlah kecil orang-orang Hindu, Yahudi, dan Zo¬ro¬aster yang jumlah mereka hanya sekitar 1 %.

Islam di Afghanistan
Dahulu negeri ini dikenal dengan nama Ariana, kemudian dikenal dengan Khurasan. Dalam sejarahnya, agama Islam masuk ke sini pada masa pemerintahan khalifah Umar bin al-Khattab, yakni pada tahun 21 H/641 M setelah perang Nahrawand. Ketika itu umat Islam melakukan serangan ke arah utara dengan dipimpin oleh Ahnaf bin Qays yang menak¬lukkan Khu¬rasan. Dengan jatuhnya Khurasan, maka terbuka lebar jalan selanjutnnya un¬tuk menaklukkan negeri-negeri yang ada di Balik Sungai Jihun (ma wara’a an-nahr). Karena itu kemudian, kota Kabul ditaklukkan pada masa Muawi¬yah bin Abu Sufyan. Perluasan wilayah pada masa ini mendapat perlawanan dari Raja Ratbil. Perlawanan ini terus terjadi hingga masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan.
Pada masa pemerintahan dinasti Ghaznawiyah (351-582 H/962-1186 M). Islam baru mengalami stabilitas dalam kekuatan. Keluarga Bitkin telah memegang kekuasaan dan mengalahkan Ghaznah, kemudian menja¬dikan¬nya sebagai ibukota. Kekuasaanya terns meluas hingga mencakup se¬luruh Afghanistan sekarang dan propinsi Punjab, serta Sabaktikin (365-387 H/975-997 M). Mereka berhasil melebarkan kekuasaannya hingga ke Khurasan dan Peshawar. Muham¬mad al-Ghaznawi (388-421 H/998-1030 M) terkenal deng¬an peperangan-peperangan dan penaklukan-penaklukan¬nya di negeri India. Kemudian dia menyebarkan Islam di wilayah ini.
Kemudian pada tahun 1160 H/1747 M. Syeikh Ahmad Durrani ber¬hasil mengusir orang-orang Persia dan mendirikan kekaisaran Afgha¬nistan. Tetapi kemudian Afghanistan ditaklukkan oleh Inggris pada tahun 1254 H/1838 M dan baru memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1340 H/ 1921 M dengan diperintah oleh Raja Muhammad Zhahir pada tahun 1352-1393 H/1933-1973 M.
Akan tetapi, sistem kerajaan ini dihapus pada tahun 1393 H/1973 Mdan diganti dengan sistem demokrasi. Ketika itu yang menjadi pre¬si¬den¬nya adalah Muhammad Daud Khan. Karena kudet, maka ia dan keluar¬ga¬nya dihukum mati pada tahun 1399 H/1978 M. kemudian jabatan presiden dipe¬gang oleh Muhammad Nur Taraqi yang berhaluan komunis. Sistem ini tidak disukai rakyat, karena itu kemudian pada tahun 1400 H/ 1979 M Taraqi di¬bunuh. Setelah itu kekuasaan jatuh ke tangan Hafiz¬hullah Amin. Lalu, dia di¬bunuh lagi setelah 3 bulan mendukung Soviet dan Soviet ke¬mu¬dian me¬nu¬gaskan Babrak Karmal sebagai presiden negeri ini. Pada tahun 1408 H/1989 Najibullah Ahmad menjadi presiden bagi negara ini.
Dalam perjalanan sejarah negeri ini, tampaknya kekuatan-kekuatan Rusia telah menguasai Aghanistan sejak tahun 1400 H/1979 M. Kaum mu¬ja¬hidin muslim telah turut berpartisipasi dalam peperangan yang keras me¬la¬wan mereka hingga mengusimya pada tahun 1410 H/1989 M. Setelah men¬derita malapetaka dan kerugian, pada tahun 1412 H/1992 M Najibul¬lah me¬nyerahkan kekuasaan kepada kaurn mujahidin yang sebelumnya te¬lah me¬ngepung ibu kota Kabul. Mereka lalu menerima kekuasan dan mem¬bentuk pemerintahan di bawah pimpinan Burhanuddin Rabbani dan Gul¬buddin Hekmatyar sebagai perdana menterinya. Namun, ini tidak ber¬lang¬sung lama, karena setelah itu terjadi perselisihan antara Hekmatyar dan Rabbani. Maka, meletuslah pertempuran di antara mereka yang kembali menghancurkan ne¬geri itu seperti masa-masa lalu.
Kemudan pada tahun 1417 H/1996 M, muncullah kaum Taliban (ma-hasiswa Islam) dalam kancah politik Aghanistan. Me¬re¬ka mengangkat sen¬ja¬ta melawan pemerintah yang menyebabkan kekalahan dan memak¬sanya ke¬luar ke arah utara. Lalu, mereka memegang kekuasaan di bawah pimpinan Mullah Muhammad Umar. Gerakan ini mengalami pen¬deritaan karena peng¬asingan dan pemutusan hubungan dari negara-negara lain, serta masih ada¬nya perang saudara yang terus berlangsung di Afghanistan Bahkan skalanya telah meluas, dan yang menjadi korban se¬sungguhnya adalah rakyat miskin yang menderita kemiskinan dan kebo¬dohan. Selain itu, rakyat juga mende¬ri¬ta berbagai penyakit yang disebab-kan oleh kera¬kusan para pemimpin mere¬ka. Hingga kini, Afghanis¬tan ma¬sih terus ber¬gejolak. Perang saudara terus berlenjut antara pasukan Taliban dengan pa¬sukan pemerintah atas dukungan Amerika dan sekutu-se¬ku¬tunya.

16. Pakistan.
Pakistan merupakan sebuah negara yang berada di anak benua In¬dia di sebelah selatan Benua Asia. Pakistan bertetangga dengan India, Af¬gha¬nis¬tan, dan Iran. Ibu kotanya adalah Islamabad. Luas wilayahnya men¬capai 800. 000 km2, dengan jum¬lah penduduk berdasarkan data statistik tahun 1419 H/ 1998 M diperki-ra¬kan mencapai sekitar 138.000.000 jiwa. Ma¬yoritas mereka adalah penduduk kampung yang menyandarkan kehi¬dup¬annya pada per¬ta¬nian. Sebagian be¬sar mereka buta huruf (sekitar 85% ). Mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim. Penganut Sunni diper¬kira¬kan sekitar 98 %, sisanya adalah peng¬ikut Syiah, dan Hindu. Etnik besar yang ada di Pakistan adalah Punjab, Pushstun, dan Mindih. Sedang bahasa-bahasa terpenting di sana adalah Urdu, Inggris, Punjabi, dan Pushtu
Islam di Anak Benua India
Pada masa pemerintahan al-Walid bin Abdul Malik terjadi per¬luas¬an wilayah ke anak benua India atau Sind. Pada masa itu, al-Hajjaj bin Yu¬suf al-Saqafi menjabat sebagai gubernur Persia. Pada tahun 93-96 H/711- 714 M Hajjaj mengirim jenderal Muhammad bin Qasim ats-Saqafi untuk menak¬luk¬kan India. Usaha ini terus dilakukan hingga masa pemerintahan dinasti Ghaznawi di bawah kepemimpinan Sultan Mahmud al-Ghaznawi (388-421 H/998-1030 M). Dengan kekuatan besar, sekitar 17.000 pasukan, ia pergi me¬naklukkan India. Usahnya ini berhasil, dan ia dapat meng¬han¬cur¬kan dan me¬nundukkan kerajaan. Setelah itu, ia berusaha menyebarkan Islam di negeri tersebut.
Setelah itu, muncul pula kekuasaan baru, yaitu dinasti Ghawriyah (543- 613 H/1148-1215 M). Sultan Syihabuddin Muhammad al-Ghawri ber¬hasil membukukan kemenangan-¬kemenangan besar, dan menaklukkan kota-kota lain di India pada tahun 588 H/1192 M.
Pakistan dan seluruh Anak Benua India jatuh di bawah penjajahan Inggris sejak abad ke-12 H/18 M. Rakyat India melalui Muhammad Ali Jinnah menuntut kemerdekaan dengan cara memiasahkan diri. Perjuangan itu berhasil, sehingga Muhammad Ali Jinnah membentuk negara Pakistan pada tahun 1367 H/1947 M. Pemisahan diri ini menyisahkan petaka, kare¬na terjadi perselisihan di wilayah Jammu dan Kashmir, yang mayoritas muslim. Perselisihan ini menimbulkan perang saudara antara India dan Pakistan pada tahun 1368 H/1948 M.
Dalam perjalanan sejarahnya, negeri ini pernah mengalami sejum¬lah kudeta militer dan juga kekacauan politik. Sejak kemerdekaannya telah ber¬kuasa sejumlah pemimpin, di antaranya adalah Muhammad Ali Jinah, Khwajah Nizhamuddin, Ghulam Muhammad, Jenderal Iskandar Mirza, Jen¬deral Ayub Khan, Jenderal Yahya Khan, dan Fadlullah Chuodry. Pada masa Fadlullah, Dzulfikar Ali Bhutto diangkat sebagai Perdana Menteri.
Pada tahun 1391 H/1971 M Pakistan Timur memisahkan diri dan me-nyatakan merdeka dengan nama Bangladesh di bawah dukungan India. Pada tahun 1400 H/1979 M telah terjadi kudeta damai di bawah pimpinan Zia Ul Haq, dan Presiden Dzulfikar Ali Bhuto dihukum pancung. Zia Ul haq kemu¬dian dibunuh dalam peristiwa peledakan pesawat yang terjadi pada tahun 1409 H/1988 M. Benazhir Bhutto lalu terpilih sebagai perdana menteri wani¬ta pertama Pakistan dengan Ghulam Ishaq Khan sebagai presidennya.
Setelah tersebarnya kerusakan dan perekonomian mengalami ke¬me¬rosotan, pemerintah akhirnya mencopot Benazhir dan memilih. Nawaz Syarif sebagai perdana menteri pada tahun 1411 H/1990 M. Setelah krisis politik yang melanda negeri ini pada tahun 1414 H/ 1993 M, Presiden Ghulam Ishaq Khan dan Perdana Menterinya, Nawaz Syarif meletakkan jabatan. Setelah pemilihan umum Benazir Bhutto memperoleh kemenangan dan kembali me¬megang kekuasaan untuk yang kedua kalinya. Namur, ke¬mudian ia kembali dipecat pada tahun 1996 M dengan tuduhan menim¬bul¬kan kerusakan. Pada pemilu tahun 1418 H/1997 M Nawaz Syarif terpilih kembali sebagai Perdana Menteri sampai dikudeta oleh Jenderal Pervez Musharraf. Tampaknya ke¬lu¬arga Bhuto ingin terus berkuasa, sehingga Be-nazir Bhuto yang digulingkan mencoba mengikuti pemilihan umum, mes¬kipun kemudian ia tewas dalam sebuah serangan bersenjata ketika akan melakukan kampanye pemilihan presiden Pakistan pada tahun 2006.
Krisis terbesar yang diderita Pakistan sejak kemerdekaannya, di an¬ta¬ranya adalah pertikaian dan peperangan melawan India dalam mem¬pe¬re¬but¬kan wilayah Kashmir. Dalam sejarahnya, telah terjajdi 3 kali perang antara dua negeri ini, yakni pada tahun 1949 M, 1965 M, dan 1997 M. Dua negara ini mempunyai senjata nuklir. Sehingga, pertikaian di antara mereka meng¬an¬cam dunia seluruhnya. Pada tahun 1420 H/1999 M berkobar pe¬perangan se¬ngit di antara kedua kelompok ini di Kashmir yang meng¬aki¬batkan ratusan orang terbunuh di sana.

17. Jammu Khasmir.
Wilayah yang terletak di sebelah Barat Laut Anak Benua India ini, terbagi menjadi dua bagian. Satu bagian tunduk atau berpihak pada India, satu lagi berpihak pada Pakistan. Ibu kota Jammu Kashmir adalah Srinagar. Luas negeri ini mencapai sekitar 222.000 km2. berdasarkan data statistik yang diperoleh tahun 1419 H/1998 M, jumlah penduduknya sekitar 9.000.000 jiwa. Dengan 85% beragama Islam, sisanya non muslim. Bahasa yang diper¬guna¬kan adalah bahsa Urdu dan Sanskerta.
Islam di Jammu Kashmir
Diperkirakan agama Islam masuk ke Kashmir terjajdi pada tahun 617 H/ 1220 M. Agama Islam di bawa oleh seorang muballigh bernama Balbal Syah. Ia dapat mengislamkan penguasa di wilayah itu. Kemudian dia mena¬makan dirinya Shadruddin. Dia merupakan penguasa muslim pertama di Kashmir (tahun 617 H/1220 M). Islam mulai menjadi fenomena di negeri ini sejak tahun 740 H/1339 M. Sultan Akbar, salah seorang raja Mughal di India yang memerintah pada tahun 1166 H/1752 M, menak¬lukkan wilayah itu pa¬da masanya.
Kemudian bangsa Afghanistan menguasainya selama lebih kurang 67 tahun. Setelah itu, pada tahun 1235 H/ 1819 M negeri ini berada di ba¬wah ke¬kuasaan kaum Sikh. Selama berkuasa, kaum Sikh ini selalu meng¬hancurkan tempat-tempat ibadah umat Islam, selain melakukan pemban¬tai¬an terhadap umat Islam di Kashmir. Ketika Inggris berkuasa pada tahun 1263 H/1846 M, orang-orang Inggris memberikan kepercayaan kepada penguasa Hindu yang radikal. Sejak saat itu, umat islam berada di bawah penindasan orangg-orang Hindu.
Setelah kemerdekaan India dan Pakistan pada tahun 1367 H/1947 M, penguasa Hindu ini menolak bergabung ke dalam salah satu negara ini. Ma¬ka, kaum muslimin menuntut untuk bergabung dengan Pakistan. Tapi tun¬tutan ituditolak bahkan umat Islam dibantai. Dengan demikian maka ber¬ko¬barlah perang di antara dua negara ini pada tahun 1369 H/1949 M.
Peperangan baru berhenti setelah Dewan Keamanan PBB turun tang¬an. Lalu diadakanlah perundingan yang menghasilkan gencatan sen¬jata. Akan tetapi, gencatan senjata tidak berlangsung lama, karena setelah itu ter¬jadi lagi perang berkecamuk antar saudara di Kashmir. Peperangan ini meng¬untungkan pihak India, karena India menguasai sepertiga wilayah Kashmir. Penjajahan ini telah berumur lebih dari 60 tahun tahun mulai dari 1429 H/ 2008 M. Perang sudara ini telah memakan kurban penduduk muslim sekitar seperdelapan dari populasi penduduk muslim di Kashmir. Pertikaian itu ma¬sih terus berlanjut. India tetap menolak keputusan Dewan keamanan PBB dan menolak memberikan referendum untuk menentukan kebebasan di Kashmir.
Pergerakan jihad Kashmir telah dimulai pada tahun 1411 H/1990 M, di blok Pakistan dipimpin oleh pemerintah Kashmir merdeka, yaitu Abdul Qayyum Khan. Tahun 1999 M di Kashmir tengah berkobar pepe¬rangan yang menggila, yang menimbulkan jatuh korban ratusan orang ter¬bunuh.

18. Bangladesh.
Bangladesh merupakan Republik Islam yang dikelilingi tanah India, dahulu merupakan bagian dari Pakistan. Ibu kota Bangladesh adalah Dha¬ka. Sejak kemerdekaan Pakistan tahun 1367 H/1947 M namanya ber¬ganti men¬ja¬di Pakistan Timur. Luas wilayahnya mencapai 147.500 kM2 , dengan jumlah penduduk berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M men¬capai 125. 200.000 jiwa. Persentase kaum muslimin di negeri ini men¬ca¬pai lebih dari 85%, mayoritasnya adalah pengikut Sunni. Ada sedikit peng¬ikut Syiah, dan yang lainnya adalah pemeluk Hindu, Budha, clan Nasrani. Pen¬duduk negeri ini menyandarkan perekonomiannya pada pertanian. Mereka mayoritas ber¬asal dari Bengali (95%). Bahasa yang dipergunakan oleh pen¬duduk adalah bahasa Bengali (sebagai bahasa resmi) dan bahasa Inggris.
Islam telah masuk ke wilayah ini pada saat penyebarannya di anak benua India karena wilayah ini terletak di tempat yang sama dengan India. Ketika kemerdekaan India dan Pakistan terjadi pada tahun 1367 H/1947 M, Pakistan muncul dalam keadaan terbagi dua dengan pusat kekuasaan ber¬ada di Pakistan barat. Kecemburuan muncul di Pakistan Timur karena ti¬dak ada¬nya persamaan yang penuh dengan wilayah Pakistan barat yang kemudian berubah menjadi pem-berontakan pada tahun 1386 H/1966 M. Maka, ber¬ko¬barlah perang saudara antara Pakistan Timur (Bangladesh) dengan Pakistan barat. India kemudian berpihak kepada Bangladesh serta mengikutkan ten¬taranya dalam perang melawan Pakistan. Bangladesh memperoleh ke¬mer¬de¬kaannya dari Pakistan pada tahun 1391 H/1971 M.
Setelah itu, Mujiburrahman Husein terpilih sebagai presidennya. Se¬telah pembunuhannya pada tahun 1395 H/1975 M kekuasaan diserahkan ke¬pada Ahmad Khandakar Musytaq. Negeri ini mengalami ketidakstabilan po¬litik serta sejumlah kudeta. Secara berturut-turut penguasa-penguasa yang pernah memerintah negeri ini adalah Dhiyaur Rahman (1975-1981 M), Ab¬dusattar (1981-1982 M), dan Husein Muhammad Irsyad (1982-1990 M). Pada tahun 1412 H/1991 M Begum Khalidah Dhiya Rahman terpilih men¬jadi Perdana Menteri pertama Bangladesh dengan Abdurrahman Biswas sebagai presidennya. Pada pemilu tahun 1417 H/1996 M. Hasinah Wajid meme¬nang¬kan pemilu dan dinobatkan sebagai perdana menteri. Sedang¬kan, Qadhi Syi¬habuddin Ahmad sebagai presiden republik ini.

19. Maladewa.
Maladewa merupakan Republik yang terdiri atas sejumlah kepu¬lau¬an (lebih dari 1.000 pulau). Negeri ini terletak di Samudera Hindia di se¬belah Barat Daya India. Ibu kotanya bernama Mali. Luas negeri ini hanya 302 km2. Jumlah pendu-duknya berdasarkan data statistik tahun 1419 H/ 1998 M sebanyak 300.000 jiwa, seluruhnya beragama Islam. Mereka adalah pengikut mazhab Sunni (100 %). Mereka hidup dari hasil menangkap ikan dan mem¬produksi buah kelapa. Asal mereka adalah dari Adrafidyan dan Arab Afrika. Bahasa Inggris merupakan bahasa resmi pemerintahan. Pari¬wisata merupa¬kan pendapatan utama negeri ini.
Islam dan Sejarah Maladewa
Dalam sejarahnya, Islam masuk ke sana lewat jalur perdagangan dan dakwah, juga melalui kontak pribadi dengan orang-orang Arab. Pada masa dahulu Maladewa mengikuti kepulauan Srilangka. Seorang dai Islam ber¬nama Syaikh Hafizh bin Barakat yang berasal dari Maroko berhasil meng¬ajak raja negeri ini Ahmad Sanurazih masuk Islam pada tahun 548 H/ 1153 M. Kemudian diikuti oleh sebagian besar penduduknya.
Pada tahun 744 H/1343 M seorang pengelana terkenal, Ibnu Ba¬tu¬tah pernah menjadi hakim di negeri ini. Portugis menguasai negeri ini pada ta¬hun 931 H/1553 M. Kemudian wilayah ini tunduk kepada orang-orang Ma¬labar. Lalu, dijajah oleh Inggris pada tahun 1305 H/1887 M, dan meng¬ga¬bungkannya ke dalam Srilangka. Maladewa memisahkan diri pada tahun 1385 H/1965 M. Ibrahim Muhammad kemudian menjadi perdana men¬te¬ri¬nya. Setelah itu, kedudukannya digantikan oleh Ma'mun Abdul Qayyum pa¬da tahun 1398 H/1978 M yang terpilih sampai lima kali (1978-1983-1988¬1993-1998 M). Kekuasaannya yang baru akan terus berjalan hingga tahun 2003 M/ 1423 H.

20. Malaysia.
Malaysia merupakan kerajaan federal yang terletak di Asia Tenggara. Ibu kotanya adalah Kuala Lumpur. Dahulu wilayah ini masuk ke dalam Se¬menanjung Melayu. Luas wilayahnya sekitar 329.758 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah pen¬dud¬uk Malaysia diperkirakan se¬ki¬tar mencapai 22 juta jiwa. Mayoritas mereka berasal dari unsur etnis Me¬layu. Persentase kaum muslimin sebanyak 56 %, umumnya mereka adalah pengikut Sunni. Pemeluk Nasrani sebanyak 20 %, di samping itu juga terdapat penganut Budha dan Konfusius. Di wilayah ini juga berlangsung aktivitas kristenisasi.
Islam di Malaysia
Diperkirakan agama Islam masuk ke wilayah ini lewat jalan peda¬gang-pedagang Arab. Disebutkan bahwa mereka sampai di Malaka pada tahun 675 H/1276 M. Raja Malaka masuk Islam melalui tangan mereka, dan mengganti namanya menjadi Muhammad Syah, lalu diikuti oleh rakyatnya. Malaka me¬rupakan kerajaan Islam pertama di sana. Islam kemudian tersebar di kawasan-¬kawasan yang berdekatan dengannya, di antaranya sampai ke Indonesia dan Filipina. Para ulama bergerak untuk melakukan dakwah di sana.
Pada abad ke-10 H/16 M, Portugis menginvasi Malaysia, kemudian diikuti oleh orang-orang Belanda (1051-1210 H/1641-1795 M). Lalu, Malaysia tunduk kepada penjajahan Inggris pada tahun 1230 H/1814 M. Orang-orang Jepang sempat menguasai negeri ini selama Perang Dunia 11. Kemudian wila¬yah ini kembali kepada Inggris setelah perang usai. Malaysia kemudian meng¬umumkan kemerdekaannya pada tahun 1377 H/1957 M dan men¬di¬ri¬kan Fe¬derasi Malaysia yang terdiri dari 11 provinsi. Sabah dan Serawak serta Singa¬pura tergabung ke dalam wilayah ini. Kemudian Malaysia mengu¬mumkan ne¬geri itu sebagai Monarki Konstitusional pada tahun 1383 H/1962 M.
Pada tahun 1385 H/1965 M Singapura dan Brunei Darussalam me¬na¬rik diri dari Federasi ini. Kemudian pada tahun 1389 H/1969 M Tengku Abdur¬rahman diamanahkan sebagai Perdana Menteri. Setelah itu, kedu¬duk¬annya digantikan oleh Datuk Aun (1976-1981 M), dan Mahatir Muhammad (1981-2005). Kini jabatan Perdanan Mewnteri dijabat oleh Abdullah Ahmad Badawi.

21. Brunei Darussalam.
Negeri ini terletak di sebelah utara pulau Kalimantan. Ibu kotanya ada¬lah Bandar Sribegawan. Lu¬as¬nya hanya 5.770 km2. Negeri ini terkenal de¬ngan karet dan padinya. Minyak merupakan sumber 99% dari pereko¬no¬mi¬annya. Jumlah pen¬du-duknya ber¬dasarkan data statistik tahun 1419 H/1990 M seba¬nyak 330.000 jiwa dan 77 % beragama. Islam. Pertama kalinya minyak dite¬mukan di negeri ini pada tahun 1348 H/1929 M yang menjadikannya sebagai negara kaya.

Islam di Brunei Darussalam
Penguasanya (Awang Aktatar) mengunjungi Malaka pada tahun 828 H/1424 M. Lalu, dia memeluk Islam dan men¬datangkan para dai ke nege¬ri¬nya, kemudian tersebarlah Islam di sana. Keluarga Sultan Saifuddin telah me¬merintah Brunei sejak abad ke-9 H/15 M. Pada tahun 1306 H/1888 M Brunei tunduk di bawah Inggris. Tahun 1382 H/1962 M Inggris mengga¬bungkannya ke dalam Federasi Malaysia, ti-dak lama kemudian negeri ini memisahkan diri dari Federasi Malaysia. Pa¬da tahun 1387 H/1975 M Sultan Umar menyerahkan kekuasaan kepada anak¬nya Hasanal Bolkiah.
Pada tahun 1395 H/1975 M Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluar¬kan keputusan penarikan mundur Inggris dari Brunai. Namun, Sultan belum me-laksanakan keputusan ini, kecuali setelah perjanjian tahun 1400 H/1979 M, setelah Malaysia beritikad menghormati kemerdekaan Brunai. Hasanal Bolki¬ah masih tetap menjadi Sultan negeri itu hingga sekarang.

22. Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas muslim, bah¬kan muslim terbesar di dunia. Ibu kotanya adalah Jakarta. Indonesia ter¬diri dari kumpulan pulau yang jum1ahnya terbanyak di dunia (lebih dari 13.600 pulau) dihubungkan dengan 2 Samudera, yaitu Samudera Hindia dan Sa¬mu¬dera Pasifik. Juga dihubungkan oleh setengah bola dunia utara dan selatan. Luas wilayah ini mencapai 1.919.440 km2, letaknya di Asia Tenggara. Pulau-pulau terbesar adalah Sumatera, Jawa, Irian, Kalimantan, dan Sula¬wesi, serta beberapa kepulauan kecil, seperti Maluku, Ambon, Nusa Tengara Barat dan Timur, Flores, Bali, dan lain-lain.
Dari segi jumlah penduduk, negeri ini menempati urutan keempat ter¬banyak di dunia, setelah China, India, dan Amerika. Tapi menempatii urutan pertama pada tingkat dunia Islam. Jumlah penduduknya diperki¬ra¬kan sekitar 220 juta jiwa. yang terpusat di dua pulau, yaitu Jawa dan Ma¬dura. Mayoritas mereka berasal dari Melayu dan China. Persentase kaum muslimin di negeri ini mencapai 89 %, sebagian besar adalah pengikut Sunni, juga terdapat sedikit orang-orang Nasrani, Hindu, dan Budha. Patut di¬se¬butkan bahwa gerakan kristenisasi sangat gencar di Indonesia. Mereka telah berhasil merealisasikan keberhasilan kristenisasi mereka yang besar.
Aktivitas ekonomi juga pesat di Indonesia. Hal ini karena besarnya jumlah kekayaan alam di negeri ini. Indonesia menghasilkan 40% dari pro¬duksi karet di dunia, dan 20 dari logam. Juga terdapat gula, teh, dan minyak. Pertanian merupakan mata pencaharian utama di negeri ini.
Diperkirakan agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, kemudian menyebar ke seluruh Indonesia pada abad-abad selanjutnya. Pada awalnya Islam disebarkan dengan cara perdagangan, perkawinan, seni bu¬daya, dan politik. Bahkan kemudian berdiri beberapa kerajaan Islam ter¬be¬sar, seperti kerajaan Islam Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, Banten, Palem¬bang, Aceh, kerajaan Islam Bacan, Jailolo, Soppeng, Wajo dan lain seba¬gai¬nya. Kerajaan-kerajaan Islam inilah yang kemudian menyebarkan Islam ke seluruh Indonesia, termasuk ke negeri sekitar, seperti Malaysia, Singapura, Philpina, dan sebagainya.
Pada abad ke-10 H/16 M, Indonesia jatuh ke dalam penjajahan Por¬tugis. Kemudian di¬kuasai Belanda pada tahun 1602-1943 M. Selain Belanda, Jepang juga pernah menguasai negeri ini pada saat berlangsungnya perang dunia II. Setelah peperangan usai, Indonesia meng¬umumkan kemer¬deka¬an¬nya pada tanggal 17 Agustus 1945/1365 H dengan presiden pertamanya Soekarno.
Pada tahun 1386 H/1966 M, Soeharto memimpin revolusi dan meng¬uasai kepernimpinan. Maka, selamatlah negeri ini dari cengkeraman Ko¬mu¬nis. Namun, setelah memegang kekuasaan, tampaknya Suharto berubah menjadi penguasa militer yang diktator dan sewenang-wenang. Dia terpilih secara berturut-turut sebanyak 7 windu (dari tahun 1966-1998 M) selama masa 32 tahun.
Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, masyarakat resah. Mereka menuntut agar Suharto turun dari jabatan kepresidenan. Gerakan reformasi yang dige¬lo¬rakan para mahasiswa dan aktivis lainnya, akhirnya meruntuh¬kan rezim Suharto pada tahun 1998 M. Dalam masa transisi ini, kekuasaan di¬kendalikan oleh Burhanuddin Yusuf Habibie, dan berlangsung hingga tahun 1420 H/1999 M. Kemudian diselenggarakan pemilu untuk memilih presiden. Berdasarkan suara bulat di parleman, akhirnya adalah KH. Abdur¬rahman Wa¬hid, terpilih sebagaipresiden. Presiden berikutnya adalah Mega¬wati Soekarno Puteri, dan Susilo Bambang Yudhoyono ( 2004-2009).

23. Islam di Bekas Uni Soviet Dahulu
Dalam sejarahnya, kaum muslimin di Uni Soviet (kini Rusia) berada di enam republik, yaitu Azarbaijan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenia, Kha¬zak¬s¬tan, dan Georgia. Masing-masing republik ini memiliki undang¬-undang, pa¬sukan, dan ibukota khusus. Setelah Uni Sovyet runtuh pada tahun 1991, akhir¬nya negara-negara ini memperoleh kemerdekaan masing-masing.
Negara-negara muslim ini memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1412 H/1991 M. Selama di bawah pemerintahan Uni Sovyet, umat Islam telah merasakan berbagai bentuk keke¬jaman, berupa pemus¬nahan, pem¬bu¬nuhan massal, penyik¬saan, dan penindasan. Masjid-masjid dan perguruan tinggi Is¬lam ditutup dan dijadikan tempat perkum¬pulan-per¬kumpulan, dan kandang-kandang kuda.
Pada tahun 1337 H/1918 M partai penguasa komunis melakukan peng-hapusan terhadap pemerintahan Islam Khauqand secara total. Pada tahun 1339 H/1920 M juga dilakukan penghapusan legalisasi terhadap pemerintahan Is¬lam Bukhara. Sejak saat itu, hingga masa kemerdekaannya, telah terjadi pem¬bantaian sekitar 20 juta muslim, 11 juta di antaranya di¬bantai oleh Stalin.

a. Azerbeijan.
Azerbeijan adalah sebuah negara bekas jajahan Uni Sovyet. Negeri ini terletak di sebelah Tenggara Kafakasia di wilayah gunung Kaukaz dekat de¬ngan Laut Qazwin. Ibu kotanya adalah Baku. Negeri ini memiliki luas wi¬la¬yah sekitar 86. 630 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M jum¬lah penduduknya sekitar 7.900.000 jiwa yang berasal dari keturunan Tur¬ki dan Mongolia. Persentase kaum muslimin mencapai 87 %. Pere¬ko¬no¬mian negeri ini disan¬darkan pada minyak dan gas alam. Produksi minyak bumi mencapai se¬tengah dari hasil produksi ekonomi negara. Minyak bumi meru¬pakan sumber kekayaan negeri ini.
Sejarah Negeri Azerbeijan
Diperkirakan negeri Azarbaijan berdiri pada abad ke-4 SM, ber¬sa¬maan dengan penak¬lukan-penaklukan Iskandar Zulkarnain dari Macedonia. Kemu¬dian pada abad ke-3 M negeri ini jatuh ke dalam kekuasaaan Persia. Selain itu, penaklukan- penaklukan Islam telah terjadi pada abad 1 H/7 M.
Pada tahun 22 H/642 M, masa pemerintahan khalifah Umar bin al-Khattab, Azerbeijan ditaklukan. Tetapi baru berhasil secara dikuasai pada ta¬hun 105 H/723 M di masa pemerintahan khalifah Hisyam bin Abdul Ma¬lik, khalifah dari Bani Umawiyah. Kemudian pada abad ke-10 H/16 M Persia me¬naklukkan kembali wilayah ini. Kemudian pada tahun 1141 H/1728 M negeri ini dikuasai oleh kerajaan Turki Usmani. Setelah itu, tepatnya tahun 1244 H/ 1828 M Iran menguasai wilayah bagian selatan Azarbaijan. Sedang Rusia menguasai wilayah bagian utara. Pada tahun 1318 H/1900 M Azar¬beijan menjadi negara pengahasil minyak mentah terbesar di dunia. Tetapi kemudian Tentara Merah (Rusia) menyerang dan menguasai negeri Azer¬beijan pada tahun 1339 H/1920 M, yang kemudian mendirikan sema¬cam republik Perserikatan Soviet. Pada tahun 1355 11/1936 M secara penuh nega¬ra ini menjadi anggota Federasi Republik Uni Soviet.
Kemudian ketika Uni Sovyet bubar, pada tahun 1412 H/1991 M Azerbaijan mengumumkan pemisahan¬nya dari Uni Soviet. Kekuasaan kemu¬dian dipegang oleh Abul Fadl asy-Syaibi pada tahun 1413 H/1992 M, ke¬mudian oleh Haidar Atif. Pada tahun 1414 H/1993 M, telah terjadi perti¬kaian antara Azarbaijan dan Armenia memperebutkan wilayah Nagorno Karabakh yang dikuasai oleh Armenia, yang mengambil 10% dari tanah Azerbaijan. Perselisihan ini terus terjadi tanpa penyelesaian. Bahkan hingga terpilihnya presiden defenitif, yaitu Haidar Atif (1420 H/2000 M).

b. Uzbekistan (Ibukota : Tashkent)
Uni Soviet mendirikan republik ini setelah sejumlah negara kecil yang berjumlah 8 negara mengalami kehancuran, yaitu Andizhan, Bukhara, Farghanah, Khawarizm, Samarkhand, Suwarkhan, Daronsik, dan Tashkent. Negara ini terletak di jantung Asia Tengah yang luasnya sekitar 447.400 km2. Jumlah penduduknya berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M se¬ki¬tar 24 juta jiwa (terdiri dari Uzbek, Rusia, dan Tartar). Persentase kaum mus¬limin di negeri ini lebih dari 88 %, mereka adalah pengikut mazhab Sunni.
Perekonomian negara ini disandarkan kepada kekayaan hasil per¬ta¬ni¬an dan tambang. Di sana juga terdapat kapas, padi, dan sutera, di samping penghasil minyak dan batu bara.
Islam di Uzbekistan.
Diperkirakan agama Islam sampai ke negeri ini melalui tangan Panglima Besar Qutaibah bin Muslim al-Bahili. la telah menaklukan seluruh negeri ini yang dahulu bernama "negeri yang berada di belakang sungai". Usaha ekspansinya sampai ke perbatasan China, sehingga ketika negeri inni berada di bawah kekuasaan Islam, ia mewajibkan rajanya untuk membayar jizyah. Ini terjadi antara tahun 84-96 H/703-714 M. Pendiri pemerintahan Uzbekistan adalah Timurlank.
Asy-Syaibah Khan, cucu Jenghis Khan, memerintah negeri ini setelah mengalahkan pemerintahan Timurlank pada tahun 913 H/1517 M. Setelah itu secara turun-temurun anak-anak keturunannya menguasai negeri ini hingga tahun 1290 H/1873 M. Kemudian pada tahun 1293 H/1876 M negeri ini jatuh ke dalam penjajahan Rusia, lalu Republik Soviet yang didirikan pada tahun 1337 H/1918 M. Pada tahun 1343 H/1924 M didirikanlah Repub¬lik Uni Soviet. Sepanjang tahun 1379-1404 H/1959-1983 M Syaraf Rasyidev memimpin Partai Komunis di Uzbekistan. Negara ini pernah diatur oleh jaringan mafia yang terorganisir, yang mengontrol pelacuran, obat-obatan terlarang, dan pembunuhan. Mereka berkuasa secara penuh terhadap atas segalanya.
Pada tahun 1411 H/1990 M Majelis Tinggi Soviet memilih Islam Ka¬rimov sebagai presiden, dan Syukrullah Mirsandev sebagai Perdana Men¬teri negeri ini. Setelah runtuhnya Uni Soviet Uzbekistan juga memi¬sahkan diri dengan mengumumkan kemerdekaannya dari Uni Sovyet, setelah selama lebih kurang 70 tahun di bawah kekuasaan negeri Komunis tersebut.

c. Tajikistan.
Tajikistan merupakan salah satu negeri yang dulunya juga berada di bawah kekuasaan Uni Sovyet. Negeri ini terletak di sebelah Tenggara Asia Tengah. Ibu kotanya adalah Dushanbe. Tajikistan memiliki luas wilayah seki¬tar 143.100 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M diper¬ki¬ra¬kan jumlah penduduk Tajikistan sekitar 6.100.000, terdiri atas orang-orang Tajik, Uzbek, Rusia, dan Tamil. Persentase kaum muslimin di negeri ini men¬capai sekitar 98% dan mayoritas adalah pengikut Syiah. Perekonomian nege¬ri ini bersandar pada hasil pertanian, industri, dan minyak bumi.
Dalam catatan sejarahnya, pada tahun 1285 H/1868 M Rusia mengu¬a¬sai al-Qiyashirah di sebelah utara negeri ini. Kemudian pada tahun 1348 H/ 1929 M Rusia membuat tapal batas bagi Tajikistan dan menjadikannya sebagai bagian dari Republik Uni Soviet. Meskipun begitu, identitas Islam masih tetap terpelihara selama masa kekuasaan komunis ini hingga kerun¬tuhannya. Negara ini mengumumkan kemerdekaannya bersamaan dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1412 H/1991 M. Rahman Nabiyev seorang loyalis Partai Komunis, memenangkan pemilu dan menjadi presiden republik ini pada tahun yang sama.
Terpilihnya Rahman Nabiyev mengakibatkan timbulnya perlawan¬an. Karena ia dianggap masih berhaluan Komunis, sehingga terjadi perang saudara. Pemberontakan ini mengakibatkan Rahman Nabiyev meletakkan ja¬batan kepresidenan. Karena konflik yang tidak berksesudahan, akhirnya Ko¬munis kembali berkuasa. Kali ini di bawah pimpinan Imam Ali Rah¬manov, seorang pembantu Nabiyev, yang menjadi pemimpin pada tahun 1413 H/ 1992 M. Dia masih tetap menjadi presiden negara itu hingga 1420 H/2000 M.

d. Turkmenistan (Ibukota : IsqyuAbad)
Turkmenistan, merupakan salah satu negeri Islam yang juga pernah dijajah Komunis Uni Sovyet. Ibu kotanya adalah Isqyu Abad. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 448.100 km2, sebagian besar wilayahnya ada¬lah gurun yang didiami oleh bangsa Asia Tengah. Jumlah penduduknya berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M mencapai 4.650.000 jiwa dengan persentase pen¬duduk muslim sebanyak 90%. Negara ini menyan¬dar¬kan perekonomiannya pada minyak, barang tambang, dan hasil pertanian. Negara ini termasuk sangat kaya dengan barang¬ barang tambang dan gas alam yang menjadi harapan bagi masa depan perekonomiannya yang ce¬merlang.
Rusia menguasai negeri ini pada tahun 1299 H/1881 M. Pada tahun 1336 H/1917 M kaum Bolsevic menguasainya, kemudian menjadi republik Soviet pada tahun 1343 H/1924 M. Pada tahun 1406 H/ 1985 M Gorbachev menugaskan Sabir Murad Niyazev sebagai pemimpin Partai Komunis di Turkmenistan. Negara ini merdeka setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1412 H/1991 M. Niyazev masih tetap memimpin negeri ini, dia adalah presiden sekarang (420 H/ 2000 M).
e. Khazakstan.
Khazastan merupakan Republik Islam terbesar pada masa Uni Soviet. Ibu kotanya adalah Al-Malata / Abu Thuffah. Luas negeri ini diperkirakan sekitar 2.717.300 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 18.200.000 jiwa ber¬dasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. Mayoritas penduduknya ada¬lah kaum muslimin. Namun, setelah orang-orang komunis mening¬galkan mereka dan kedudukannya ditempati oleh Rusia, persentase kaum muslimin hanya tinggal 68 % dari total popullasi penduduknya. Negara ini menyan¬darkan perekonomiannya pada pertanian, industri, ternak, dan minyak. Ne¬gara ini juga merupakan negara terbesar penghasil khrom (elemen logam) di dunia.
Penduduk negeri ini kebanyakan berasal dari sukubangsa Mo¬ngo¬lia dan Turki. Diperkirakan agama Islam masuk ke negeri ini pada masa peme¬rintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ketika itu, khalifah mengirim utus¬an kepada raja-raja negeri yang berada di belakang sungai (ma wara’a al-nahr, yang tersebar di wilayah Transoxasania). Utusan tersebut mengajak pengua¬sa dan penduduknya untuk masuk Islam. Setelah invasi Mongolia dan Tar¬tar, seorang Mongolia yang bernama Barakat Khan memeluk Islam. Kemu¬dian Uzbek Khan pada tahun 713 H/ 1313 M yang kemudian menyebarkan Islam di negeri Rusia.
Pada tahun 1339 H/1920 M, negeri ini menjadi republik Rusia. Peng-gabungannya ke dalam Uni Soviet berakhir pada tahun 1355 H/1936 M, se¬telah melakukan perlawanan yang cukup lama. Pada tahun 1400 H/1989 M, Nur Sultan Nazzar terpilih sebagai sekjen partai komunis, lalu dia mela¬ku¬kan reformasi besar-besaran. Dia melepaskan jabatan setelah gagal kudeta militer di Moskwa pada tahun 1412 H/1991 M. Pada yang sama, negeri itu merdeka daan Nazzar Bayatis terpilih sebagai presiden. Pada tahun 1419 H/ 1999 M .

f. Georgia.
Georgia terletak di bagian Timur Asia Tengah. Ibu Kotanya adalah Bisykik Jumlah penduduknya berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M mencapai 4.700.000 jiwa, mayoritas berasal dari Turki. Mereka telah meng¬alami pembunuhan, pe¬nin¬dasan, dan pengusiran, ketika negeri itu dija¬jah. Luas wilayahnya mencapai 191.300 km2 dengan persentase kaum mus¬limin sebanyak 80'%, mayoritas adalah pengikut Sunni. Perekonorniaii nege¬ri ini disandarkan kepada barang tambang, pertanian, dan minyak.
Pada abad ke-7 H/13 M, Mongolia menyerbu negeri ini. Setelah itu mereka berada di bawah kekuasaan Turki hingga tahun 1087 H/1685 M. Uwaidut dari Mongolia menguasai mereka, lalu Manisy pada tahun 1182 H/ 1768 M. Kemudian dijajah China yang pada akhirnya tergabung ke dalam kekaisaran Rusia pada tahun 1293 H/1876 M.
Dahulu negeri ini dikenal oleh kaum muslimin dengan nama Far¬gha¬nah. Islam masuk ke sana melalui jalur perdagangan pada tahun 1355 H/ 1936 M. Sejak tahun 1945 M rakyat negeri ini telah memulai peperangan me¬lawan kekuasaaan Komunis. Stalin kemudian memadamkan semua gerakan jihad dan nasionalis yang berkobar, lalu negeri ini digabungkan ke dalam Uni Soviet. Setelah Uni Sovyet bubar, negeri ini diumumkan kemerdeka¬an¬nya pada tahun 1412 H/1991 M, dengan Presiders pertama Askar Ukayev. Kemudian pada tahun 1413 H/1992 M negara itu menjalin hubungan dip¬lo¬masi dengan Israel.



6. NEGARA-NEGARA ISLAM DI BENUA AFRIKA

1. Mesir .
Mesir, merupakan salah satu negara Islam terbesar di Benua Afrika. Ibu kotanya adalah Kairo. Mesir terletak di sebalah timur laut Benua Afrika, tempat pertemuan dua daratan, yaitu benua Asia dan Afrika. Mesir dipisah¬kan oleh dua lautan, yaitu Laut Tengah dan Laut Merah. Negeri ini meru¬pakan jalur perdagangan dan peperangan antara Timur dan Barat. Karena posisinya yang strategis dan dilalui oleh peradaban-peradaban, maka negeri ini memiliki banyak peradaban. Luas wilayahnya mencapai 1.001.400 km2 dengan jumlah penduduk berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M berjumlah 66 juta jiwa. Persentase kaum muslimin di negeri ini sebanyak 94%. Awal kemunculan mereka berhubungan dengan peradaban Mesir hing¬ga munculnya keluarga Fir'aun I (2925-2575 SM). Dalam sejarahnya yang panjang, Mesir mengalami banyak ekspansi negara-negara asing. Negeri itu pernah diserang oleh Heksus, Persia, orang-orang Asyuriah, dan sebagainya. Kemudian Iskandar Zulkarnain dari Macedonia menyerangnya pada tahun 332 SM. Setelah kematiannya, Mesir kembali kepada Ptolemues, salah se¬orang panglimanya. Setelah itu Mesir diperintah oleh menteri-men¬terinya. Cleopatra merupakan peng¬uasa terakhir mereka pada tahun 30 SM.
Setelah itu, bangsa Romawi dan Byzantium menguasai Mesir hingga tahun 20 H/640 M. Mesir baru terbebas dari penjajahan bangsa Romawi dan Byzantium setelah umat Islam di bawah pimpinan Amr bin al-Asha berhasil menaklukan bangsa Romawi dan Byzantium. Setelah itu, para penguasa muslim secara berturut-turut menjadi penguasa Mesir; misalnya dinasti Bani Umayah, Bani Abbasiyah, dinasti Thuuluniyah, (255 H/868 M), dinasti Ikh¬syi¬diyah (323 H/934 M) dinasti Fathimiyah (359-567 H/969-1171 M). dinasti Ayyubiyah, dinasti Mamluk, dinasti Turki Usmani hingga akhirnya diserbu oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1213 H/1798 M. Setelah itu, Mesir di¬kuasai oleh Muhammad Ali Pasha, seorang jenderal mulsim dari Albania pada tahun 1220-1265 H/1805-1848 M. Kekuasaan ini kemudian diteruskan oleh generasi dan keturunan Muhamad Ali Pasha. Penguasa terakhir mereka adalah Raja yang menghadapi revolusi pembebasan oleh kalangan perwira yang kemudian mencopotnya.
Setelah itu, sistem pemerintahan yang bersifat monarchi diubah men¬jadi republik pada tahun 1372 H/1952 M. Presidennya adalah Muhammad Najib. Kemudian ia dising¬kir¬kan oleh Jamal Abdul Nasser yang memegang kekuasaan tahun 1373-1391 H/1953-1970 M. Selain itu, Mesir juga pernah di¬jajah Inggris sejak tahun 1299 H/1882 M dan memperoleh kemer¬de¬kaan¬nya pada tahun 1340 H/1922 M. Pada tahun 1376 H/1956 M Mesir menghadapi permusuhan melawan tiga kekuatan yaitu Inggris, Perancis, dan Israel. Ne¬geri ini kemu¬dian mengumumkan kesatuannya dengan Suriah pada tahun 1378-1381 H/1958-1961 M. Pada kesempatan ini Jamal Abdul Nasser mengi¬kutsertakan pasukannya dalam perang Yaman tahun 1382-1387 H/1962-1967 M. Kemudian pada bulan Juni tahun 1967 M/1387 H Israel melakukan pe¬nyerangan terhadap Mesir, Suriah, dan sebagian wilayah Palestina. Lalu, me¬reka menguasai Suriah dan Golan serta Tepi Barat dan sebagian Ghaza.
Setelah itu, Anwar Sadat menggantikan Abdul Nasser setelah wafat¬nya pada tahun 1390 H/1970 M. Pada mesa kekuasaannya, Mesir dan Suriah terlibat perang melawan Israel pada. tahun 1393 I I/1973 M. Tahun 1399 H/ 1979 M ditandatangani persetujuan damai dengan Israel di Camp David. Kemudian pada tahun 1402 H/1981 M, Anwar Sadat tewas terbunuh dalam suatu serangan ketika memimpin upacara militer. Kemudian Mesir dipe¬rin¬tah oleh wakil presidennya, yaitu Muhammad Husni Mubarak. Pada tahun 1402 H/1982 M Israel secara penuh menarik diri dari Sinai. Mubarak kembali terpilih sebagai presiden untuk dua periode, yaitu pada tahun 1981 dan 1993 M. Mesir di bawah kepemimpinan Hosni Mubarak memiliki peran aktif da¬lam perang membebaskan Kuwait pada tahun 1411 H/1991 M.
Selain itu, Mesir juga memainkan peranan besar dan berpengaruh da¬lam menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah Timur Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa Mesir memang memiliki posisi dan peran strategis di Timur Tengah dan Afrika.

2. Sudan.
Sudan merupakan salah satu negara terbesar di Afrika. Ibu kotanya bernama Khoartum. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 2.505. 813 km2, terletak di Timur Laut Afrika, sebelah selatan Mesir. Berdasarkan data sta¬tistik tahun 1419 H/1998 M jumlah penduduk sekitar 28.500.000 jiwa de¬ngan persentase kaum muslimin sebanyak 75% dan mayoritas pengikut Sunni. Islam tersebar dengan cepat di wilayah selatan. Negeri ini menyan¬darkan perekonomiannya pada kapas dan binatang ternak.
Islam di Sudan
Dalam catatan sejarah Islam, setelah Amr bin Ash menaklukkan Me¬sir, dia mengirim, Abdullah bin Saad bin Abi Sarah ke negeri yang berada di putaran selatan ini. Pada tahun 31 H, Abdullah tiba di Dungalah. Setelah itu, mulailah kabilah-kabilah Arab ini berangkat menuju Sudan. Kemudian sekitar tahun 132 H/750 M, sekitar seribu orang Bani Umayah melarikan diri ke Sudan, ketika Bani Abbasiyah mulai melakukan serangan terhadap man¬tan para penguasa Bani Ummayah.
Di sekitar abad ke-2 H/8 M, umat Islam menguasai kerajaan-kerajaan Nasrani di Sudan. Di antara kerajaan Islam terbesar yang pernah berdiri di sana adalah Kesultanan al-¬Zarqa (Kerajaan Fuwang) dengan ibukotanya Sinar antara tahun 911-1237 H/1505-1821 M. Setelah runtuhnya kerajaan al- Zarqa, berdirilah kerajaan Fauri dengan ibukotanya Tarah. Pada masa pe¬merintahan Muhammmad Ali Pasha, Mesir pernah menguasai Sudan pada tahun 1236 H/1821 M. Akan tetapi, mereka tetap bertahan hingga ber¬dirinya Pemerintahan Mandiyah di bawah pimpinan Muhammad Ahmed al-Mandi (1299-1317 H / 1881-1899 M).
Pada tahun 1376 H/1956 M negara ini mengumumkan kemerdekaan penuhriya di bawah pimpinan Ismail al-Azhari, lalu diikuti oleh pemerin¬tahan Abdullah Khalil pada tahun 1957 M. Setelah kudeta militer, Sudan dipimpin oleh Fariq Ibrahim Abud pada tahun 1958-1963 M. Kemudian lewat revolusi rakyat bawah tanah, kekuasaan diambilalih oleh al-Khatmi (1965-1969 M).
Kemudian pada tahun 1839 H/1969 M terjadi kudeta di bawah pim¬pinan Ja’far Numairi. Ia berkuasa mulai tahun 1969-1985 M dan dijatuhkan oleh revolusi rakyat. Kemudian pemerintahan transisi di pegang oleh Mar¬sekal Abdurrahman Suwar al-Dzahab tahun 1985-1986 M.
Untuk memiliki pemimpin defenitif, akhirnnya pada tahun 1986 M diadakan pemilihan umum untuk memilih presiden. Dalam pemilihan um¬um itu, Ahmad Mirghani terpilih sebagai pemenang. Akan tetapi 3 (tiga) ta¬hun kemudian, terjadi kudeta militer di bawah pimpinan Umar Hasan Ah¬mad al-Basyir. Pada masanya, tahun 1417 H/1996 M dilaksanakan pe¬milihan umum dan dimenangkan kembali oleh Umar Hasan Ahmad al-Basyir. Akan tetapi, hingga kinii Sudan terus dilanda kekacauan politik militer, sehingga masyara¬kat banyak yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ten¬tara yang bertikai, antara pasukan militer pemerintah dengan para pem¬be¬rontak. Karena konflik bersenjata berkepanjangan, terutama di Darfur, akhir¬nya Dewan Ke¬amanan PBB turun tangan guna membantu menyesaikan kon¬flik tersebut. Aki¬batnya, Sudan tidak dapat membangun dan mengem¬bang¬kan peradaban¬nya sendiri.

3. Libya
Libya merupakan salah satu negeri Islam di Afrika Utara. Ibu kotahya adalah Tripoli. Libya terletak di pesisir laut putih sebelah utara Afrika. Negeri ini memiliki luas sekitar 1.775.500 km2. berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M, jumlah penduduknya 5.500.000 jiwa dengan mayo¬ri¬tas penduduk¬nya muslim (98%). Sebelum diketemukan minyak bumi, Libya termasuk ne¬ga¬ra miskin di dunia. Tetapi kini menjadi salah satu negara terkaya karena mi¬nyak bumi dan gas alamnya.
Islam di Libya
Sejak sebelum Masehi, sejarah Libya telah dihubungkan dengan se¬ja¬rah Afrika Utara dan Arab Maroko. Karena itu banyak peradaban kuno yang ditinggalkan. Setelah itu, muncul peradaban Venecia, Byzantium dan Ro¬mawi. Ketika penaklukkan Islam sampai di Mesir pada tahun 20 H/640 M, Amr binn al-Ash terus bergerak ke arah barat dan menaklukkan Burqah, nama lain dari Libya sebelumnya. Usaha ekspansi itu terus dilakukan oleh Abdulllah bin Abi Sarah, sehingga pada tahun 28 H/ 648 M Libya berada di bawah kekuasaan Islam, dan negeri tu dijadikan sebagai basis pasukan menuju negeri-negeri Barat. Di antara suku bangsa yang sangat berperan dalam pengembangan Libya adalah Bani Hilal, salah satu suku bangsa Arab yang hijrah ke sana.
Dalam sejarahnya, Libya pernah menjadi bagian dari pemerintahan dinasti al-Muwahhidun. Kemudian dinasti Hafsyiah sekitar tahun 604 H/ 1207 M dan terus berlanjut hinngga dikuasai Spanyol pada tahun 937H/ 1530 M. Setelah itu Libya diserahkan kepada penguasa Malta hingga akhir¬nya dibe¬baskan oleh Turki Usmani pada tahun 962-1329 H/1554-1911 M.
Pada tahun 1329 H/ 1911 M, Libya jatuh ke dalam penjajahan Italia. Para pemimpinnya terus berusaha memerdekaan diri dari penjajahan ini. Mereka adalah Syaikh Muhamad al-Syarif Sanusi, Panglima Ramadhan Suwaihili, dan Umar Mukhtar ( 1275-1350 H/ 1858-1931 M). Penjajahan ini terus berlangsung hingga akhirnya Italia kalah dalam Perang Dunia II. Se¬telah itu, Libya berada dalam pengawasaan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pa¬da tahun 1371 H/1951 M, Libya mengumumkan kemerdekaan. Pemerin¬tah¬an dijabat oleh Raja Idris al-Sanusi I. Tetapi, karena kerajaan ini tunduk pada kekuasaan Inggris dan Amerika, maka masyarakat melakukan gerakan per¬lawanan untuk menuntut kemerdekaan dari Inggris dan Amerika. Akhirnya meletuslah gerakan revolusi melawan penjajah pada bulan September 1390 H/1969 M.
Gerakan revolusi ini diorganisir oleh perwira-perwira pembelot yang dipimpin oleh Kolonel Muammar Khadafi. Militer menghapuskan sistem kerajaan dan mengumumkan dirinya Republik Libya dengan pimpinan Ko¬lonel Muammar Khadafi. Beliau masih tetap menjadi pengamat Libya hingga sekarang.
Pada tahun 1413 H/1992 M, PBB memberikan sanksi ekonomi ke¬pada Libya. Kerena Libya menolak menyerahkan dua orang warganyanya ditu¬duh Inggris dan Amerika menjadi pelaku peledakan pesawat penum¬pang Amerika.
Sanksi tersebut berjalan cukup lama, sekitar 7 (tujuh) tahun. Setelah Libya mau menyerahkan kedua pelaku bom ke pengadilan Skotlandia yang dianggap netral, maka pada tahun 1420 H/1999 M sanksi tersebut dicabut. Keberhasilan ini berkat perantara Arab Saudi dan Afrika Selatan yang me¬mediasai penyelesaian persoalan tersebut. dengan demikian, Libbya dite¬rima kemballi oleh masyarakat dunia setelah terisolasi selama tujuh tahun. Bahkan pada Oktober tahun 2008, Libya menjalin kerjasama dengan Rusia dalam pengadaan persenjataan dan teknologi lainnya. Semuanya dipergu¬nakan un¬tuk membangun Libya agar setara dengan negara-neggara lainnya didunia in¬ternasional.
4. Tunisia.
Tunsia, juga merupakan salah satu negeri Islam di Afrika. Ibu kota Tu¬nisia adalah Tunis. Negeri Tunisa Terletak di sebelah Timur Negeri Ma¬roko di pesisir tengah di Afrika Utara. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar se¬kitar 163.610 km2. Berdasarkan data statistk yang diperoleh tahun 1419 H/1998 M, jumlah penduduknya mencapai 9.500.000 jiwa, dengan per¬sentase kaum mus¬limin 98 %.
Islam di Tunisia.
Pada abad ke-6 SM Tunisia dikuasai oleh Romawi, dan menjadikan Qarthajah sebagai Roma kedua. Setelah itu, datang pula orang-orang Byza¬ntium sebelurn Islam ( 533 M ). Penduduk aslimerck,i sendiri adalah bangsa Barbar.
Dalam sejarahnya, Islam masuk ke Tunisia di bawa oleh dua orang panglima besar Islam, yaitu Amr bin al-Ash dan Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah, setelah menaklukkan Mesir. Khalifah Usman bin Affan meng¬izin¬kan¬nya untuk melakukan ekspansi ke Afrika pada tahun 27 H. Kemudian Uqbah bin Nafi, seorang gubernur Islam di Afrika Utara menggabungkan daerah ini ke dalam wilayah Barqas, karena masih memiliki ikatan politik dengan wila¬yah Afrika Utara. Usaha ekspansi Islam terus dilakukan di bawah pimpinan jenderal Uqbah bin Nafi' al-Fahri yang membangun kota Qairawan dan menjadi gubernur Islam di Afrika. Uqbah bin Nafi wafat pada tahun 63 H/682 M.
Bahkan dalam perkembangan sejarah selanjutnya, khalifah Umar bin Abdul Aziz mengirim 10 (sepuluh) orang fuqaha (ahli ilmu fiih) dari ka¬langan tabi'in untuk menyebarkan Islam di Afrika. Melalui cara inilah kemu¬dian akhirnya penduduk Barbar memeluk Islam. Namun, Islam belum kuat dan belum diterima secara penuh oleh penduduk Barbar, kecuali setelah masa dan kepemimpinan Musa bin Nushair (78-97 H/697-715 M). Negeri ini kemudian menjadi negeri Arab setelah Hijrahnya kabilah-kabilah Bani Su¬laim dan Bani Hilal ke Tunisia.
Setelah runtuhnya dinasti Bani Umayyah, terdapat penguasa Islam baru di Afrika Utara, yaitu dinasti Al-Aghalibah, sebuah dinasti yang men¬jadi negara penyanggah (Buffer States) dari pemerintahan Abbasiyah. Ke¬mu¬dian wilayah ini tunduk kepada dinasti Fathimiyah yang mendirikan 1bu¬kota mereka al-Mandiyah di pesisirnya. Pemimpin Barbar memisahkan diri dari orang-orang al-Zairiyyah. Mereka dikalahkan oleh orang-orang Fathi¬mi¬yah. Kemudian orang-orang Abbasiyah kembali menguasainya hing¬ga pada masa pemerintahan dinasti Turki Utsmani menaklukkannya pada tahun 922 H/1516 M.
Kemudian pada tahun 1000 H/1591 M terjadi kudeta militer di Tuni¬sia. Kudeta ini mengambil berusaha mengambilalih kekuasaan dari kera¬ja¬an Turki Usmani ke tangan pernbesar-pernbesar dan perwira pasukan. Pada tahun 1299 H/1882 M Tunisia menjadi wilayah yang berada di bawah perlin¬dungan Perancis. Setelah melalui perjuangan yang panjang dan menyakit¬kan, akhirnya Perancis secara resmi memberikan kemerdekaan Tunisia pada tahun 1375 H/1956 M. Habib Burghuiba kemudian menjadi Presiden Repub¬lik Tunisia pertama. Pada tahun 1409H/1987 M, Perdana Menteri Tunisia bernama Zaenal Abidin bin Ali men-jituhkannya lewat kudeta tak berdarah, dan akhirnya ia menjadi presiden negeri ini hingga (1420 H/2000 M).
5. Al-Jazair
Dahulu, negeri ini dikenal dengan nama Maroko Tengah. Ia terletak di sebelah Utara Afrika di Lauut Tengah antara Tunisia dan Maroko. Ibu kotanya adalah all-Jazair. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 2.381.471 km2. Al-Jazair merupakaan negara terbesar di Afrika Barat dan negara ter¬besar ketiga di Afrika dengan jumlah penduduk sekitar 29.820.000 jiwa. Dar total penduduk, sekitar 99 % adalah muslim. Pendapatan negara ini didasari atas minyak bumi.
Islam di al-Jazair.
Sejak dahulu bangsa Barbar mendiami wilayah ini. Negeri ini telah beberapa kali menjadi negara jajahan. Pada tahun 146 SM, bangsa Romawi telah menguasai wilayah ini, sehingga negeri al-Jazair kaya akan pening¬galan pedaban kuno. Setelah itu, secara berturut-turut yang menjadi pengua¬sa di negeri ini adalah bangsa Jerman dan Byzantium. Islam masuk ke al-jazair bersamaan dengan masuknya Islam ke Tunisia. Pada abad ke-5 H/11 M kabilah Bani Hilal yang berbahasa Arab hijrah ke sana. Sedang penduduk aslinya adalah bangsa Barbar.
Setelah Islam masuk, secara berturut-turut para penguasa Islam yang menguasai negeri ini adalah khalifah Bani Umayah, Bani Abbasiyah, Kkha¬warij, Murabithun dan Muwahhidun. Setelah itu, al-Jazair berada di bawah kekuasaan dinasti Turki Usmani sejak 922-1246 H/1516–1830 M. Setelah itu, al-Jazair berada di bawah kekuasaan Perancis. Sejak tahun 1255-1264 H/ 1839-1847 M timbul gerakan perlawanan mengusir penjajah Perancis. Salah seorang tokoh pejuang adalah Abdul Qadir. Perjuangan tersebut membuah¬kan hasil dengan dicapainyaa kemerdekaan al-jazair pada tahun 1382 H/ 1962 M setelah lebih kurang selama 130 tahun dijajah Perancis.
Presiden pertama adalah Ahmad bin Bella (1382-1385 H/1962-1965 M). Kemudian dijatuhkan oleh Kolonel Hawai Baumidin pada tahun 1385-1399 H/1965-1978 M. setelah wafat, ia digantikan oleh Syadzali bin Jadid (1399 H/1978 M). Pada masanya, terjadi krisis politik dan yang menye¬bab¬kan dilaksanakannya pemilihan presiden pada tahun 1412 H/1992 M. Partai FIS (Front Pembebasan Islam) memenangkan pemilu putaran pertama. Teta¬pi militer menolak hasil pemilu, sehingga terjadi kekacauan politik di negeri ini. Akhirnya pemilu ditunda dan krisis politik terus berkepanjangan. Situa¬si ini membawa Sadzali tersingkir dan menyerahkan kekuasaan kepada mili¬ter. Kemudian Muhammad Baudiya terpilih sebagai presiden pada tahun 1412 H/1992 M. Namun beberapa bulan kemudian ia terbunuh dan kedu¬dukannya digantikan olehh Ali Kafi pada tahun yang sama. Pada tahun 1414 H/1994 M. kekuasaan transisi dipegang oleh Amin Zarwal. Ia diberi tugas untuk mempersiapkan pemilihan presiden. Maka pada tahun 1416 H/1996 M, ia terpilih sebagai secara demokratis sebagai presiden al-Jazair.
Pada tahun 1419 H/1998 M, Amin Zarwal menyelenggarakan pe¬mi¬lu dan terpilih secara demokratis Abdul Aziz Baoutilfiqoh sebagai presiden pada tahun 1420 H/1999 M. Selama masa kepemimpinannya, ia berusaha untuk melakukan gerakan reformasi dan perbaikan bagi negeranya.
6. Maroko
Maroko merupakan salah satu negeri Islam di Afrika Utara. Ibu kota¬nya adalah Rabat. Maroko sangat beruntung karena memiliki posisi stra¬te¬gis. Negeri ini berada di npersimpangan jalan antara Eropa dan Afrika, dan di antara dua lautan, yaitu Lautan Tengah dan Samudera Atlantik. Luasnya sekitar 10.580 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 24.500.000 jiwa. Ma¬yoritas penduduknya adalah muslim ( 99 %).
Islam di Maroko
Dalam sejarahnya, negeri Maroko secara berturut-turut dikuasai oleh penjajah asing, mulai dari bangsa Venicia (pada abad ke-5 SM) kemudian Windal, dan Byzantium (tahun 534 M). Diperkirakan agama Islam masuk ke Maroko pada tahun 79 H/698 M ketika Panglima Musa bin Nushair menak¬lukkan kota-kota dan benteng-bentengnya hingga berhenti di sisi di Laut Hitam. Pada saat itu ia berkhutbah, Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa. belakangmu terdapat negeri, niscaya akan aku tundukkan dengan jihad fisabilillah. Orang-orang Arab dahulu mengira bahwa lautan ini adalah ujung bumi. Mu¬sa bin Nushair memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan Islam di ka¬langan orang-orang Barbar. Berkat perjuangannya ini akhirnya banyak muslim Barbar yang menjadi penopang penaklukan-penaklukan Islam. Di pemimpin Barbar terkenal adalah Thariq bin Ziyad, dialah yang menaklukan Andalusia pada tahun 92 H/710 M.
Secara berturut-turut negeri-negeri kecil Arab dan Islam berkuasa di Maroko. Bangsa Barbar mendirikan Kerajaan Sajalmasah di sebelah Barat Daya. Selain itu, juga berdiri pemerintahan as-Asholihiyun di sebelah Barat Laut. Kemudian pemerintahan Adarisah (172-379 H/788- 985 M), al-Mura¬bithin (1056-1147 M), Pemerintahan al-Muwahhidin (542- 668 H /1147 - 1269 M), dan Mariniyah (668-870 H/ 1269-1465 M). Kemudian tunduk kepada Bani Watthas, lalu diikuti oleh al-Asyraf Sa'diyah dan Alawiyah (1075 H/1664 M - hingga sekarang. Penjajah Perancis dan Spanyol pernah mengua¬sai negeri ini pada tahun 1330 H/1911 M.
Selama masa penjajahan Perancis dan Spanyol, banyak gerakan rak¬yat untuk menentang penjajah. Di antara gerakan yang paling terkenal ada¬lah gerakan Muhammad Abdul Karim Khitabi. Pergerakan nasional ini masih teru berlanjut, juga partai-¬partai politiknya hingga Maroko memper¬o¬leh kemer¬dekaannya pada tahun 1375 H/1956 M. Setelah merdeka negeri ini diperintah oleh Sultan Muhammad V yang telah berkuasa sejak tahun 1346 H/1927 M (dia berasal dari al¬Asyraf Alawiyah). Setelah kematiannya pada tahun 1380 H/1961 M, dia digantikan oleh anaknya Raja Hasan II.
Persoalan besar yang dihadapi Maroko adalah masalah. Sahara Barat yang tergabung setelah keluarnya Spanyol dari sana pada tahun 1975 M. Wilayah ini tunduk karena peperangan yang panjang dengan Baulisariyu yang bersikeras memisahkan sahara ini dari Maroko. Pada akhir tahun 1999 M, PBB telah memutuskan untuk memberikan referendum mengenai nasib Sahara ini. Pada tahun 1420 H/ 1999 M, Raja Hasan wafat dalam usia 70 tahun, setelah berkuasa selama 38 tahun. Posisinya kemudian digantikan oleh anaknya Muhammad VI bin Hasan. Maroko kini memasuki fase baru yang diharapkan akan lebih baik.
7. Mauritania.
Dahulu negeri ini bernama Syinqith. Ibu kota Mauritania adalah Nouachot. Negeri ini terletak di sebelah barat Afrika. Luasnya mencapai 1.030.700 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah pen¬duduknya diperkirakan sekitar 2.500.000 jiwa. Seluruh penduduknya ber¬a¬gama. Islam, mereka berbicara dalam bahasa Arab. Sekitar 75% pen¬du¬duk negeri itu adalah orang-orang asing dan sisanya adalah para petani lokal. Negara ini menyandarkan perekonomiannya pada pertanian dan ternak, ju¬ga memproduksi barang tambang seperti besi.
Islam di Mauritania.
Di sana telah memimpin peradaban-peradaban yang memiliki peng¬a¬ruh di barat laut Afrika. Karena itu, kehidupan mereka dipengaruhi oleh per¬adaban lembah Nil dan peradaban Barcah. Dalam sejarahnya kemudian, negeri ini diperintah oleh orang orang Venecia, Romawi, dan Windal lalu orang-orang Byzantium.
Dalam catatan sejarah, terdapat beberapa sumber yang menyebutkan bahwa Islam masuk ke Mauritania di bawa oleh panglima Uqbah bin Nafi' setelah menaklukkan di Maroko, dan negeri-negeri Tikrur dan Ghana. Ten¬ta¬ra Islam dan Uqbah bin Nafi sampai di perbatasan Mauritania pada tahun 60 H/679 M. Kemudian usaha Islamisasi dilanjutkan oleh Musa bin Nushair pa¬da tahun 89 H/708 M.
Dalam sejarahnya, wilayah ini secara berturut-turut dikuasai oleh pe-merintahan al-Murabithin, al-Muwahhidin, dan Bani Hasyimiyah yang mendirikan emirat-emirat Tararazah dan Baraqinah sepanjang abad ke-15 H/17 M. Lalu, Perancis menguasai wilayah ini pada tahun 1714 M dan se¬ca¬ra resmi mulai menjajah pada tahun 1338 H/1920 M.
Mauritania merdeka pada tahun 1378 H/1958 M. Presiden pertama¬nya adalah Mukhtar bin Dadu. Kemudian terjadi kudeta oleh mili¬ter pada tahun 1978 M. Sejak tahun 1980 hingga 1984, Kolonel Khaunah bin Haidalah berkuasa sebagai presiden. Tetapi ia juga dikudeta oleh militer di bawah pimpinan Kolonel Muawidin Sayyidi Ahmad Thayyi, kemu¬dian menjadi Presiden negeri ini pada tahun 1404 H/1984 M. Dia terpillih kembali pada tahun 1413 H/1992 M dan masih berkuasa hingga tahun 1420 H/2000 M.
8. Somalia.
Somalia merupakan salah satu negeri Islam di Afrika. Ibu kotanya adalah Mogadishu. Negara Arab yang terletak di ujung Afrika ini berada di per¬airan Samudera India atau Afrika Timur. Wilayahnya mencapai 637.657 kM2 dengan jumlah penduduknya sebanyak 11.000.000 jiwa berdasarkan data statistik 1998 M. 99 % penduduk negeri ini adalah petani.
Islam di Somalia
Islam tersebar di wilayah ini melalui hijrahnya ¬orang-orang Arab dari wilayah Amman, Hadramaut, dan Yaman. Selain itu, Islam juga tersebar me¬lalui jalur hubungan perdagangan yang tidak pernah putus sepanjang seja¬rah antara negeri Arab dan Afrika Timur. Setelah itu, agama Islam terus tersebar sepanjang abad ke-4 dan 5 H (10-11 M) secara damai melalui per¬an¬taraan kabilah-kabilah yang datang dari Ihsa'. Kerajaan Islam pertama di So¬malia adalah kerajaan Iffah yang di¬serang oleh orang-orang Ayyubiyah se¬panjang abad ke-8 H/14 M.
Setelah itu kaum muslimin mendirikan Kerajaan Adaal. Perselisihan dan peperangan terus berlangsung antara orang¬orang Somalia dengan Ay¬yubiyah sampai Inggris dan Italia menjajah negeri ini pada tahun 1355 H/ 1936 M. Negara ini merdeka pada tahun 1380 H/1960 M, kemudian Abdul¬lah Usman menjadi presiden pertama. Pada tahun 1389H/1969M terjadi ku¬deta militer di bawah pimpinan Muhammad Saed Bari. Dia membentuk sis¬tem baru lewat kediktatorannya. Pada tahun 1412 H/1991 M partai-partai politik bentukan Sayed Bari kalah, lalu terpilihlah Ali Mandi sebagai pre¬si¬den transisi.
Pemimpin lokal, Muhammad Farah Aidid, menolak pemerintahan transisi ini, sehingga, terjadilah konflik bersenjata dan perang saudara di ne¬geri ini. Akibatnya, negeri itu berada dalam kekosongan tanpa pemerintahan pusat yang mengoperasionalkannya. Kelompok-kelompok bersenjata yang saling bertikai ini menguasai wilayah-wilayah yang berbeda. Mereka menen¬tukan sendiri batas wilayah di negeri itu.
Akibat perang saudara, rakyat Somalia terus berada dalam keseng¬sa¬raan dan kemiskinan. Mereka banyak yang mati kela¬pasan karena kemis¬kin¬an, ketakutan, perang, dan penyakit hingga sekarang tahun '1420 H/2000 M.
9. Jibuoti.
Jibouti merupakan negara Arab yang terletak di Afrika Timur. Ibu kotanya adalah Jiboti. Dahulu negeri ini bernama Provinsi Afar dan Isa' yang berada di sisi selatan Babul Mandul. Luasnya mencapai 23.200 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. jumlah penduduk diperki¬rakan sebanyak 530.000 jiwa. Mayoritas (85%) penduduknya beragama Is¬lam. Pada umumnnya mereka berasal dari Somalian. ini menyandarkan per¬eko¬nomiannya pada ternak.
Diperkirakan agama Islam masuk ke negeri antara abad ke-4-6 H/10-12 M melalui para pedagang di wilayah. Diketahui bahwa sejarah Jibuoti ter¬kait dengan sejarah Afrika. Setelah jatuhnya Mesir ke dalam penjajahan Ing¬gris. daerah-daerah kekuasaannya terbagi-bagi di Afrika. Jibouti kemu¬dian menjadi bagian Perancis. Peristiwa ini terjadi tahun 1288 H/1871 M. Negara itu tetap berada penjajahan Perancis hingga memperoleh kemerdekaan tahun 1398 H/1977 M dan yang memegang kekuasaan adalah Hasan Jaulid.
Setelah pengakuan undang-undang pemilu pada 1402 H/1981 M, Hasan Jaulid terpilih secara resmi menjadi presiden republik ini. Kemudian terpilih lagi pada pemilu tahun 1408 H/1987 M dan tahun 1414 H/1992 M. Pada pemilu tahun 1419 H/1999 M Ismail Umar Jaili terpilih menjadi baru negeri ini. Negara ini telah menderita akibat banyak peperangan dan konflik dalam negeri yang menghancurkan perekonomiannya.
10. Sinegal.
Negara Sinegal terletak di ujung Afrika Barat, di pesisir samudra At¬lantik. Ibu kotanya adalah Dakar. Luasnya mencapai 196.190 km2. Berda¬sar¬kan data Statistik 1419 H/1998 M. jumlah penduduknya diperkiarakan se¬kitar 9.000.000 jiwa. Mayo-ritas (92%) penduduknya adalah muslim. Beberapa kabilah penting yang berdiri negeri ini adalah Wuluf, Fulani, Bail, dan Tukuluz. Negeri ini me¬nyandarkan perekonomiannya pada pertanian, hasil pertaniannya yang ter¬penting adalah jagung dan kacang tanah.
Islam di Sinegal
Diperkirakan agama Islam masuk ke Sinegal sudah sejak abad ke-1-11 H/7-17 M. melalui Maroko. Dahulu negeri ini tergaung ke dalam kera¬ja¬an-kerajaan Islam Sudan. Wilayah ini pernah tunduk kepda pemerintahan al-Murabithin. Belum sampai abadke-8 H/14 M. Islam telah tersebar secara merata di negeri ini.
Pada tahun 1190 H/1776 M, kaum muslimin yang beretnis Futaturu mengangkat bendera jihad dan menyebarkan Islam di Negeri Sinegal. Maka, banyak di antara mereka yang kemudian memeluk Islam. Bersamaan dengan permulaan abad ke-20 H, pasukan Perancis telah ditarik dari negara Sinegal. Kemudian negara itu memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1380 H/ 1960 M. Presiden pertamanya adalah Liyubo Ladasghur. Ia diambil sum¬pah¬nya pada tahun 1400 H/1980 M. Setelah Liyubo Ladasghur, yang menjadi ptesiden adalah Abdul Dayeb. Dia kembali terpilih pada pemilu tahun 1988 M. Dia adalah presiden negara itu sekarang (1420 H/2000 M.
11. Gambia.
Negeri Gambia terletak di Afrika Barat, di Samudera Atlantik dan mengelilingi Sinegal. Ibu kotanya adalah Banjul. Gambia merupakan negara Afrika terkecil, luasnya hanya 11.295 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah penduduknya sekitar 1.300.000 jiwa. Mereka tidak berbeda dengan penduduk Sinegal karena masih satu keturunan. Mayoritas (90%) penduduknya adalah muslim. Dahulu wilayah ini menjadi bagian dari kekaisaran Islam Mali.
Pada abad ke-9 H/15 M orang-orang Portugis memasuki wilayah ini. Kemudian pada tahun 1237 H/1821 M menjadi daerah jajahan Inggris. Ne¬ge¬ri ini baru memperoleh kemerdekaan penuhnya pada tahun 1385 H/1965 M dan menjadi republik pada tahun 1390 H/1970 M. Presiedn pertamanaya adalah Dawud Jamur. Pada tahun 1415 H/1994 M Yahya Jam'ah memerintah negeri ini, setelah dia memimpin kudeta militer. Pada tahun 1417 H/1996 M, Yahya terpilih menjadi presiden secara demokratis bagi negeri ini.
12. Guinea.
Guinea terletak di barat daya Afrika. Ibu kotanya Conakry. Negeri ini memiliki wilayah seluas 245.857 km2. Berdasarkan statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah penduduk Guinea sekitar 8.200.000 jiwa. Di negeri ini ter¬dapat sumber alam berupa barang-barang tambang.
Islam di Guinea.
Diperkirakan agama Islam masuk ke Guiniea dibawa oleh bangsa Manding dan Bail yang berasal dari Maroko. Kemudian mereka menyebar dengan membawa ajaran Islam pada abad ke-12 H/18 M. Di wilayah ini ter¬jadi perdagangan budak yang telah ber¬langsung kurang lebih tiga abad (9-13 H/15-19 M). Orang-orang Eropa menculik para pemuda wilayah ini dan menjualnya ke Eropa.
Sejak tahun 1895 M/1313 H wilayah ini tunduk di bawah penjajahan PerancisI. Di bawah pimpinan Ahmad Saikuturi, masyarakat melakukan perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahPerancis. Akhirnya pada tahun 1378 H/1958 M negeri ini memproklamirkan. Sejumlah usaha kudeta terjadi, namun semuanya gagal. Saikuturi kemudian wafat pada tahun 1404 H/1984 M, dan negeri ini dikuasai militer di bawah Kepemimpinan Laksa¬mana Kunti. Pada tahun 1411 H/1991 M kemudian mengumumkan berdi¬ri¬nya sistem kepartaian. Pada tahun 1414 H/1993 M Kunti terpilih sebagai presiden secara demokratis.

13. Guinea Bissau.
Guinea Bissau merupakan republik yang baru merdeka. Ibu kotanya adalah Bissau. Negeri ini terletak di pesisir Afrika Barat. Luas wilayahnya tidak lebih dari 36.125 km2. Negeri ini berdampingan dengan Sinegal dan Guinea. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. jumlah pendu¬duk¬nya sekitar 1.200.000 jiwa. Prosentase penduduk muslim sebanyak 45%. Pen¬duduk negeri ini berasal dari kabilah Bail dan Mading. Mereka menyan¬dar¬kan perekonomiannya pada ternak, pertanian tembakau, padi, dan kacang tanah.
Islam masuk ke wilayah ini sama seperti halnya di Guinea. Negara ini tunduk di bawah penjajahan Portugis sejak tahun 850 H/1446 M. Setelah melewati perjuangan panjang, akhirnya mereka memperoleh kemerdekaan¬nya pada tahun 1393 H/1973 M. Lewi Kabrol kemudian menjadi presiden pertama negeri ini. Kemudian Jawawaveiro, seorang perwira militer mela¬kukan kudeta pada tahun 1400 H/1980 M. Kemudian ia mengumumkan sis¬tem multipartai pada tahun 1990 M. Dalam pemilihan umum yang dise¬leng¬garakan pada tahun itu, Jawawaveiro, terpilih sebagai presiden. Namun pa¬da tahun 1420 H/1999 M dia dijatuhkan oleh kudeta militer di bawah pim¬pinan Fayiyiro. Jenderal Ansuman Mani kemudian menjadi panglima militer barunya.

14. Mali.
Mali merupakan salah satu dari negara Afrika Barat. Ibu kota Mali adalah Bamako. Negeri ini memiliki luas wilayah kurang lebih sekitar 1.240.192 km2, dan sebagian wilayahnya adalah sahara. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah pendudukknya diperkirakan sekitar 10.100.000 jiwa. Mayroitas penduduknya muslim (90%). Sebagian besar pen¬duduk berasal dari suku Bombara. Mereka hidup dari pertanian biji-bijian.
Islam di Mali
Mali tergolong negara Afrika yang memiliki peradaban kuno. Islam masuk ke Mali diperkirakan pada abad ke-4 H/10 M. yang datang dari Ma¬roko melalui jalan hijrah dan penaklukan. Di sana pernah berdiri ke¬ra¬ja¬an-kerajaan Islam yang cukup besar. Di antaranya Kekaisaran Mali, Shanghoyu, Tambataku, Masina dan Kekaisaran Haji Umar. Kerajaan Mali berdiri pada tahun antara 5-10 H/11-16 M. Kerajaan ini termasuk kerajaan Sudan terbesar, yang memiliki pengaruh bestir penyebaran Islam, sebagaimana Kerajaan Shanghoi yang menyebarkan Islam di wilayah yang luas di negeri tetang¬ganya.
Di Mali juga telah berdiri sejumlah kerajaan. Terakhir adalah Kera¬ja¬an Haji Umar yang menyatukan negeri ini mengumumkan perang sejak tahun 1254 H/1838 M hingga masuknya penjajahan Perancis ke negeri itu pada tahun 1897 M.
Di bawah kepemimpinan Mudi Bokita akhirnya Mali mencapai ke-merdekaanya pada tahun 1380 H/1960 M. Akan tetapi dia dikudeta militer oleh Musa Tarowan yang berkuasa selama masa antara tahun 1968-1991 M. Musa Tarowan juga dikudeta oleh Kolonel Amaruturi. Tidak lama setelah itu, ia menyelenggaraan pemilu. Umar Kunari kemudian terpilih sebagai presiden negeri itu tahun 1413 H/ 1992 M.
15. Gabon.
Gabon merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa di pesisir Barat Afrika. Ibu kotannya adalah Liberfil. Wilayah ini termasuk ne¬gara Afrika yang memiliki hutan banyak. Luas wilayahnya adalah 267.667 km2, Berdasarkan data statistik dan sensus penduduk tahun 1419 H/1998 M. jumlah penduduk negeri ini sekitar 1.300.000 jiwa. Penduduk muslimnya se¬kitar 44%. Negeri ini tergolong negara Afrika terkaya karena kekayaan alam yang dimilikinya serta penamanan modal asing yang cukup besar di sam¬ping kebijakan pembangunan pemerintahannya.
Sejarah Negeri Ini
Bangsa Portugis menjajah negeri ini pada tahun 876H/1471 M. Kemudian pada tahun 1839 M jatuh ke tangan penjajah Perancis .Negeri ini memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1380 H/1960 M. Presiden pertama mereka adalah Liwan Maba. Setelah kematiannya tahun 1385 H/1965 M, dia digantikan oleh Albir Burnarbungu, yang mengumumkan keislamannya dan mengganti namanya menjadi Umar 'Bungu pada tahun 1393 H/1973.
Karena kondisi keuangan yang sulit, ditambah dengan situasi politik yang tidak stabil, kekacauan terjadi di mana-mana. Untuk itu, pemerintah se¬gera melaksanakan pemilu yang kemudian dilaksanakan pada tahun 1411 H/1990 M. Kemudian pemilu 1414 H/ 1993 M dimenangkan oleh Umar Bu¬ngu. Namun hasilnya ditolak, karena tidak adanya kebebasan politik. Umar Bungu masih tetap menjadi presiden negeri ini hingga 1420 H/2000 M.

16. Burkina Faso (Upper Volta).
Dahulu dikenal dengan nama Upper Volta, terletak di sungai Niger sebelah selatan Mali (Afrika Barat). Ibu kotanya adalah Wajaduju. Negeri ini memiliki luasn wilayah sekitar 274.200 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. jumlah penduduk negeri ini sekitar 11.200.000 jiwa. Sekitar 35%penduduknya beragama Islam. Karena itu, negara ini masuk ke dalam anggota negara-negara Organisasi Konferensi Islam. Pendapatan negeri ini disandarkan pada pertanian dan ternak. Sedang asal usul penduduk negara ini adalah campuran dari berbagai suku yang telah berinteraksi selama pe¬riode yang panjang.
Masuknya Islam
Islam masuk ke negeri ini melalui kerajaan-kerajaan Mali yang ber¬te¬tangga dengannya, sejak abad ke-6 H/12M. Di sana telah ada sejumlah kera¬jaan Musa, yaitu Wajaduju, Tankuduju, dan sebagainya. Wilayah ini pernah menghadapi kerajaan-kerajaan Sudan, seperti Mali dan Shinghoya.
Pada tahun 1313 H/1895 M. Burkina Faso (Upper Volta) dikuasai penjajah Perancis. Negara ini memproklamirkan kemerdekaannya pada ta¬hun 1380 H/1960 M. Presiden pertamanya adalah Mauris Yamigu. Sepanjang sejarahnya, negeri ini mengalami serangkaian kudeta berdarah. Baliz Kam¬bawari telah berkuasa sejak tahun 1408 H/1987 M. Pada bulan Maret tahun 1990 M tujuh partai politik telah berkumpul untuk mem¬bentuk undang-undang yang mengatur negeri ini dengan pemerintahan se¬kuler.
17. Sierra Leone.
Sierra Leone merupakan republik kecil Afrika Barat. Ibu kotanya ber¬nama Freetown. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar sekitar 71.740 km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 4.500.000. Di sana tedapat sedikit orang-orang Nasrani. Mayoritas penduduknya (90%) adalah adalah petani. Negeri ini termasuk bagian dari kerajaan Islam Sierra Leone. Sejak tahun 1207 H/ 1872 M negeri ini jatuh ke tangan penjajah Inggris, dan baru mencapai ke¬merdekaannya pada tahun 1381 H/1961 M. dengan presiden pertamanya Sir Milton Marogi.
Sierra Leone pernah mengalami serangkaian kudeta. Pada tahun 1416 H/1996 M, Ahmad Tijan Kabah memegang kekuasaan setelah meme¬nangkan pemilu secara demokratis. Pada tahun 1418 H/1997 M kelompok revo¬lusioner berusaha menguasai negeri ini. Namun gagal, karena mereka berhasil disingkirkan setelah terjadi peperangan sengit dengan pasukan yang didatangkan dari Nigeria, Afrika Barat. Kemudian pada tahun 1419 H/1999 M, kelompok ini kembali melakukan kudeta uuntuk kedua kalinya. Untuk menjaga keamanan dan stabilitas sosial,politik dan ekonomi, akhirnya peme¬rintah Kabah melakukan negosiasi dan perdamaian dengan para pembe¬rontak.
18. Benin.
Benin merupakan salah satu negeri yang terletak di Afrika Barat. Ibu kotanya adalah Port Novo. Luasnya mencapai 112.622 KM. Dahulu negeri ini dikenal dengan Hama Da¬humi. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M, jumlah pendu¬duk-nya sekittar 6.100.000 jiwa berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. sekitar 50% penduduknya beragama Islam. Bangsa-bangsa Barat, seperti Portugis dan Spanyol datang ke negeri ini untuk mela¬kukan perdagangan budak. Bahkan dengan membawa para misionaris Kristen untuk meng¬kris¬tenkan penduduk Benin. Semuanya bertujuan untuk memutus matarantai penyebaran Islam yang sudah dilakukan sejak abad ke-11 H/ 17 M.
Pada tahun 1310 H/1892 M Benin jatuh ke tangan penjajah Perancis, dan baru merdeka pada tahun 1380 H/1960 M. Seperti negara-negara di Af¬rika lainnya, Benin pernah mengalami berbagai kekacauan, kudeta, per¬so¬al¬an ekonomi, politik, dan sosial. Semua persoalan ini segera diselesaikan de¬ngan melakukan berbagai perubahan pada berbagai bidang dalam tahun 1990 M. Setelah itu, pada tahun 1991 M dilakukan pemilihan umum untuk memilih presiden. Maka pada tahun itu terpilih Nasfur Suglu sebagai Benin. Namun dalam pemilihan umum yang cukup demokratis pada tahun 1996 M, Nasfur Suglu mengalami kekalahan, dan Matsiyu Kiriyu yang berasal dari kalangan militer memenangkan pemilu ini.
19. Nigeria.
Nigeria terletak di persimpangan tengah Afrika Barat. Ibu kotanya adalah Lagos. Nigeria memiliki wilayah yang luasnya sekitar 923.788 km2. Berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. penduduk Nigeria ber¬jum¬lah sekitar 114 juta jiwa. Sekitar 76% penduduknya beragama Islam. Pen¬da¬patan negara didasarkan pada pertanian, dengan hasil utamanya kacang tanah, kakao, dan kapas. Selain itu juga terdapat keka¬yaan hewani dan mi¬nyak dalam jumlah besar. Karena itu, Nigeria termasuk salah satu negara penghasil minyak terbesar di Afrika.
Nigeria dan Islam
Nigeria dulunya merupakan tempat lahirnya sejumlah peradaban besar di Afrika Barat. Dimulai dari kabilah-¬kabilah Hausa yang masuk Islam pada abad ke-7 H/13 M, lalu tersebar di antara mereka pada abad ke-9 H/15 M. Bangsa Fulani telah datang dari dataran tinggi Mesir bercampur dengan kabilah-kabilah Hausa. Mereka telah memeluk Islam sejak abad ke-7 H/ 13 M.
Pada permulaan abad ke-13 H muncul seorang fuqaha Fulani ber¬na¬ma Syaikh Usman bin Faudi. Sekembalinya dari tanah suci, dia telah ter¬pe¬ngaruh garakan Wahhabi. Dia menyatukan kabilah-kabilah Hausa dan Fu¬lani, untuk melakukan dakawah Islam. Usaha dakwahnya dilanjutkan hing¬ga ke kerajaan Juwaibir yang paganis. Wilayah kerajaan memanjang an¬tara Sungai Nabawi dan Niger. Ia wafat pada tahun 1233 H/1817 M. Kemudian kekuasaannya dilanjutkan oleh generasi dan keturunannya selama satu abad berikutnya, hingga datang penjajah Inggris pada tahun 1321 H/1903 M. Nigeria merdeka pada tahun 1380 H /1960 M dengan Presiden Nabadi. Aziku.
Dalam perjalanan sejarah politik di negeri ini, Nigeria menyaksikan sejumlah kudeta berdarah. Pemimpinnya yang terkenal adalah Ibrahim Ba¬bangida (1985-1993 M). Dia telah menyiapkan diri mengembalikan pemerin¬tahan sipil. Untuk itu, ia mempersiapkan pemilu pada tahun 1993 M. Tapi hasilnya hasilnya dibekukan. Kemudian Sani Apasya mengambil kekuasaan lewat kudeta tak berdarah pada tahun l4l9H/1998M. Pada tahun 1419 H/ 1998 M Sani Apasya wafat. Maka pada pemilu 1419H/1998 M, Olosijon Obasangu, yang beragama Kristen terpilih sebagai presiden Nigeria.
20. Kamerun.
Kamerun terletak di pesisir barat Afrika. Ibu kotanya bernama Younde. Luas negeri ini sekitar 45.000 Km yang didiami oleh sekitar l4.200.000 jiwa. Dari total penduduk, hanya sekitar 20 % umat Islam. Setengah dari pendu¬duk¬nya penyembah berhala dan yang lainnya kaum Nasrani. Negara ini me¬nyan¬darkan perekonomiannya pada pertanian, produksi kakao dan kopi.
Kamerun dan Islam.
Diperkirakan agama Islam tersebar di Kamerun pada tahun 1241 H/ 1825 M, setelah orang-orang Fulani yang mengikuti Utsman Faudi datang ke sana. Kemudian orang-orang Portugis masuk ke Kamerun pada tahun 877 H/ 1472 M. Setelah itu Jerman menjajah Kamerun pada tahun 1301 H/1884 M. Akan tetapi, setelah Perang Dunia I (pada 1337 H/1919 M), Perancis dan Ing¬gris menguasai Kamerun hiingga negeri ini merdeka pada tahun 1379 H/ 1960 M. Ahmadu Ahiju terpilih sebagai presiden pertama dan memegang ke¬kua¬saan hingga tahun 1403 H/1982 M. Dia meletakkan jabatan dan menyerahkan kekuasaan kepada Perdana Menteri Boulbia. Boulbia terpilih kembali 1411 H/ 1990 M, dan dia berhasil menyelesaikan pembentukan panitia untuk menga¬mandemenkan undang-¬undang. Pada pemilu tahun 1413 H/1992 M Boulbia menang dan dinobatkan sebagai presiden negara itu.
21. Niger.
Niger adalah salah satu negara di Afrika Tengah yang merupakan ne¬gara Sahara pedalaman. Ibu kotanya adalah Niamey. Niger terletak di sebelah Barat Laut Afrika. Luas ne¬geri ini sekitar 1.267.000 km2. dengan jumlah pen¬duduknya sekitar 10. 250. 000 jiwa. Sekitar 83% penduduknya beragama Islam. Sebagian besar mata penca¬harian penduduknya adalah petani dan lainnya penggembala. Pada umumnya penduduk Niger berasal dari etnis Hausa dan Shinghoya Hurman.
Niger dan Islam.
Diperkirakan agama Islam sampai di Niger melalui orang-orang Mu¬rabithin dan Muwahhidin yang keluar dari Maroko melewati Sahara menuju ke arah selatan dalam dua abad (5-6 H/11-12 M). Awalnya Niger merupakan bagian dari kerajaan Singhoya, dan kemudian kerajaan Maroko dan Sudan. Wilayah ini jatuh ke tangan Perancis pada tahun 1271 H/1855 M. Namun, be¬lum diumumkan sebagai daerah jajahan, kecuali setelah tahun 1922 M. Negara ini kemudian merdeka pada tahun 1960 M.
Setelah merdeka, yang menjadi presiden pertama adalah Haman Diwari. la bertahan hingga dijatuhkan oleh kudeta militer pada tahun 1395 H/ 1974 M di bawah pimpinan Husein Kuwintasy. Penguasa ini tetap memegang kekuasaannya hingga wafat pada tahun 1408 H/1987M, lalu kedudukannya digantikan Ali Syabu. Pada masanya, negara mulai mengarah pada sistem de¬mokrasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya rencana pemilihan umum un¬tuk pemiliu pemimpin. Karena itu kemudian pada tahun 1414 H/1993 M ber¬lang¬sung pemilihan umum secara demokratis dan Muhammad terpilih sebagai presiden Niger. Akan tetapi, Jenderal Ibrahim Babiri membantu penyerangan atas kekuasaan dalam kudeta militer pada tahun 1417 11/1996 M. Pada tahun. 1419 H/1999 M Jenderal Ibrahim dibunuh oleh pengawal republik. Setelah itu, panglima pengawal republik bernama Daud Malam Wanaki yang menjabat sebagai presiden.
22. Chad.
Chad, terletak di sub-Sahara luas dan Afrika Barat. Ibu kotannya Ndjamena. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 1.259.200 km2. Berdasar¬kan data statistik tahun 1419 H/1998 M jumlah penduduknya diperkirakan se¬banyak 47.300.000 jiwa. Mereka berasal dari Arab, Maroko, dan Zanjiyah. Jumlah mereka yang berasal dari Arab mencapai 20 % dari seluruh pendu¬duk¬nya. Mereka adalah kaum muslimin yang bekerja sebagai pengembala. Persen¬tase kaum muslimin sekitar 85%. Negara ini menyandarkan perekonoim.inmo pada pertanian dan ternak.
Chan dan Islam
Agama Islam masuk melalui orang-orang Arab dan asing yang telah menetap di kota Kanam sejak abad ke-3H/9M. Kanam adalah kerajaan Islam pertama di Chad dari abad ke-5 sampai abad ke-8 H. Sesudah itu berdiri kerajaan Bajiromi, Burno, dan Wadaya. pada permulaan abad ke-10 H yang membawa Islam masuk ke negeri Chad dan sekitarnya. Karena konflik, akhirnya Perancis datang dan menjajah Chad antara tahun 1318-1332 H/1887-1913 M. Chad baru memperoleh kemerdekaan pada tahun 1380 H /1960 M.
Kemerdekaan Chad berkat perjuangan rakyat negeri itu di bawah pe¬mimpinan Tambi Libay dan menjadi negara satu partai setalah dihapusnya se¬luruh partai politik. Tambi Libay dibunuh dalam kudeta militer pada tahun 1396 H/1975 M, lalu kekuasaan jatuh ke tangan Husein Hibri. Pada masanya antara tahun 1408 H/1987 M negeri ini terlibat perang dengan Libya dalam memperebutkan wilayah Ozo dan ber¬langsung hingga tahun 1987 M. Hibri terlibat kontak senjata melawan Idris Dubai, salah seorang pemimpin partai oposisi. Idris kemudian memenangkan pertikaian ini dan mengambil alih ke¬pemimpinan pada tahun 1411 H/1990 M serta mengu¬mumkan pengembalian sistem multipartai. Pada tahun 1415 H/1994 M Mahkamah Keadilan Negara memutuskan mengembalikan wilayah Ozo sebagai hak Chad, maka Libya menarik diri dari wilayah tersebut.
23. Uganda.
Uganda merupakan salah satu dari negara Afrika Timur, sebagian be¬sar wilayahnya berada di utara katulistiwa. Ibu kotanya bernama Kampala. Luas negeri inii sekitar 241.139 km2, de¬ngan jumlah penduduk berdasarkan data statistik tahun 1419 H/1998 M. sekitar 22.200.000 jiwa. Persentase pen¬du¬duk muslim sebanyak 40 % dari total penduduk Uganda. Negeri ini juga ter¬masuk anggota Organisasi Konferensi Islam.
Sejarah Uganda
Dahulu Uganda diperintah oleh 4 kerajaan yang berasal dari suku tra¬disional dipimpin oleh Bojand. Di antara mereka terjadi perselisihan dan per¬tikaian hingga menyebabkan masuknya orang-orang Eropa. Uganda akhirnya menjadi daerah perlindungan Inggris pada tahun 1312 H/1894 M. Setelah Pe¬rang Dunia II negara ini memperoleh pemerintahan otonomi, kemudian mem¬peroleh kemerdekaan penuh pada tahun 1382 H/1962 M. Rajanya yang ter¬pi¬lih adalah Sir Edward Frederik yang menjabat sebagai kepala negara pada tahun 1382-1386H/1963-1966 M. Kemudian ia dijatuhkan oleh Abulau Aboti yang memegang kekuasaan hingga tahun 1391 H/1971 M. Abulau mengubah negara menjadi sistem republik pada 1387 H/1967 M.
Setelah pergantian sistem, berkuasalah Idi Amin Dada yang ber¬lang¬sung hingga tahun l400H/1979M. Dia adalah seorang diktator yang keras, se¬hingga militer menolaknya. Untuk itu diadakan pemilihan presiden. Dalam pemilu tersebut, ternyata Abuti yang menag. Setelah itu ia digantikan oleh Tito Oklu, kemudian Yuri Musfini pada tahun 1407 H/1987 M. Dia memper¬panjang masa kekuasa¬annya hingga pemilihan pada tahun 1416 11/1995 M.
24. Tanzania.
Negara ini berdiri karena federasi Tanzaniko dan Zanjibar yang ter¬bentuk pada tahun 1384 H di Afrika Timur. Ibu kota Tanzania adalah Darus¬salam. Negeri ini memiliki wilayah sekitar 945.087 km2, dengan jumlah pen¬duduk sekitar 30 juta jiwa. Persentase umat islam di Tanzania sekitar 65% dari total penduduk, selebihnya Kristen dan penyembah berhala. Negara ini me¬nyandarkan perekonomiannya pada bidang pertanian.
Tanzania dan Islam.
Dahulu umat Islam pindah dan tinggal menetap di sepanjang pesisir Afrika Timur. Orang-orang Arab ini telah sampai ke pantai Tanzania. Mereka telah menetap di sana sejak awal abad, ke-2 H/8 M. Dari mereka inilah ke¬mu¬dian agama Islam tersebar di tanzania. Setelah itu berdiri beberapa emi¬rat-emi¬rat Islam. Di antaranya adalah Kerajaan Zang (pada abad ke-4 H/10 M) yang menyebarkan Islam di wilayah-wilayah yang luas hingga kemudian Portugis menguasainya abad 16-18 M.
Kemudian kerajaan Amman mengusir bangsa Portugis dan menakluk¬kan wilayah pada abad ke-10 H/16 M hingga abad ke¬13 H/19 M. Mereka memindahkan ibukota dari Masqat ke Zanjibar. Kemudian mereka memasuki wilayah pedalaman serta menyebarkan Islam sampai ke Zaire.
Tanzania pernah di jajah oleh bangsa Jerman pada tahun 1301 H/1884 M. Setelah kalah dalam Perang Dunia II, wilayah ini jatuh ke tangan Ingggris. Negara ini kemudian memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1381 H/ 1961 M. Pada tahun 1384 H/1964 M, Sultan terakhir Albu Saidiyah (orang-orang Am¬man) yang telah memerintah negeri ini selama beberapa abad diasingkan. Setelah itu diproklamirkan negara berbentuk republik nasionalis di bawah pimpinan Abid Karumi. Pada tahun yang sama Zanjibar bergabung dengan Tanzaniko dan membentuk Republik Federasi Tanzania. Junius Nairiri ke¬mudian terpilih sebagai presiden (1965-1984 M). pada tahun 1984 M dia di gantikan oleh Ali Hasan Ma'ini yang menjadi prisiden selama dua kali, yaitu pada tahun 1990 M. Setelah itu, pada tahun 1413 H/1992 M ia membuat kebijakan politik yang menjadikan negara ini multipartai.
25. Comoros.
Comoro merupakan kumpulan pulau karang yang terletak di sebelah Timur Laut kepulauan Madagaskar. Ibu kotanya bernama Maroni. Luas negeri ini hanya 1.862 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 550.000 jiwa. Sekitar 86 % beragama Islam dengan mazhab Sunni.
Comor dan Islam.
Hubungan Arab dengan kepulauan ini dimulai pada abad ke-1 H/7 M. Pada abad ke-4 H/10 M, penyebaran Islam dimulai melalui pedagang-peda¬gang Arab yang datang dari Misqat. Kemudian berdiri sejumlah emirat yang bekerja menyebarkan Islam di kepulauan ini. Bangsa Arab telah menyebar di sana dan telah bercampur dengan penduduk ¬lokal. Pada tahun 1259 H/1843 M. Perancis menjajah kepulauan ini. Negeri ini kemudian memperoleh otonomi pada tahun 1381 H/1961 M, dan memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1396 H/1975 M. Kemudian Ahmad Abdullah terpilih sebagai presiden pertama. Pada tahun 1400 H/1989 M Ahmad Abdullah dibunuh oleh pengawal republik yang dipimpin oleh seorang Perancis bernama Bob Dinar. Setelahitu, Muham¬mad Jauhar, terpilih sebagai presiden kedua. Comoro diterima sebagai anggota Liga Arab pada tahun 1414 H/ 1993 M.
Pada tahun 1416 H/1995 M. orang upahan Bob Dinar kembali mela¬ku¬kan kudeta. Akan tetapi Bob Dinar ditanggap oleh tentara Inggris, sehingga usaha kudeta gagal. Kemudian pada tahun 1416 H/1995 M. Muhammad Taqi Abdul Karim terpilih sebagai presiden ketiga. Setelah itu, pada tahun 1418 H/ 1997 M kaum pemberontak yang berusaha memisahkan diri telah menguasai wilayah Anjawan, kepulauan terbesar kedua di Comoro. Pada tahun 1419 H/ 1998 M Presiden Abdul Karim wafat dalam usia 62 tahun dan kepemimpinan diganti oleh Tajuddin Said Masundi. Pada tahun 1420 H/1999 M terjadi ku¬de¬ta militer di bawah pimpinan Ghozali Masumani dan ia menjadi penguasa di negeri tersebut.

C. NEGARA-NEGARA ISLAM DI BENUA EROPA
1. Islam di Eropa Barat dan Selatan
Islam tersebar di banyak wilayah di sana sepanjang abad permulaan. Hal itu terjadi ketika kaum muslimin memasuki Andalusia pada tahun 711 M. Umat Islam pada tahun 114 H/ 732 M telah sampai di Selatan dan Tengah Perancis. Selain itu, pada tahun yang sama juga telah sampai ke wilayah Selatan dan laut Italia. Setelah menguasai Laut Tengah, umat Islam memasuki negeri Swiss.

2. Islam di Eropa Timur
Diperkirakan agama Islam tersebar Eropa Timur melalui para pedagang Bulgaria sepanjang abad ke-3 H/9 M. Selain itu, agama Islam juga disebarkan oleh bangsa Mongolia muslim yang datanng dan menetap sepanjang abad ke-7 H/13 M.
3. Islam di Eropa Tenggara
Diperkirakan agama Islam masuk ke wilayah ini dibawa oleh orang-orang Usmaniyah yang melewati Selat Dardanil menuju Eropa Selatan. Mereka me¬ma¬suki kota Eropa pertama, yaitu Galipole pada tahun 758 H/1356 M. Kemudian mereka menaklukkan sejumlah kota hingga memasuki Konstantinopel pada tahun 857 H /1453 M dan menjadikannya sebagai Ibukota. Setelah itu, negera-negara Eropa jatuh ke tangan bangsa Turki Usamani. Pasukan Turki Usmani sampai di Wina, Ibukota Austria dan mengepungnya beberapa kali. Pengepungan terakhir terjadi pada tahun 1095 H/1683 M. Setelah itu. Islam mulai surut, karena pe¬me¬rintahan Turki Usmani mulai lemah yang akhirnya mengalami keruntuhan.
4. Albania.
Albania terletak di sebelah tenggara Eropa, di Semenan¬jung Balkan. Ibu ko¬tanya bernama Tirana. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 28.748 km2 de¬ng¬an jumlah penduduk sebanyak 3.400.000 jiwa pada tahun 1419 H/1998 M. Pere¬konomian negeri ini disandarkan kepada pertanian gandum dan jagung selain ternak. Di negara ini juga terdapat kekayaan alam minyak dan barang-¬barang tam¬bang. Kaum muslimin merupakan penduduk mayoritas di negara ini. Persen¬ta¬senya mencapai 80 %, sisanya 17 % Nasrani, di samping sedikit dari orang-orang Yahudi.
Dalam sejarahanya, Albania pernah di jajah oleh bangsa Romawi mulai dari tahun 167 SM-195 M). Setelah itu, dikuasai oleh Byzantium, dan secara berturut-turut kemudian bangsa Jerman, Slovakia, dan Bulgaria. Kemudian tunduk kepada Pemerintahan Turki Usmaniyah selama 4 abad (907-1331 H/1501-1912 M). Pendu-duknya memeluk Islam, kelompok Albania (al¬-Arnauth) merupakan kelompok penting dalam pasukan Turki Usmani, seperti Muhammad Ali Pasya, penguasa Mesir. Negara ini memperoleh kemerdekaannya Pemerintahan Usmaniyah pada tahun 1331 H/1912 M.
Setelah Perang Dunia II, wilayah ini dikuasai oleh orang Komunis. Pada ta¬hun 1365 H/1945 M Anwar Khawaja, pemimpin Partai Komunis Albania, me¬me¬gang kekuasaan. Setelah ia wafat pada tahun 1406 H/1985 M, kedudukannya digantikan oleh Ramz Aliya. Pada tahun 1412 H/1991 M dia dijatuhkan oleh re¬zim diktator Komunis Albania dengan kekerasan. Sejak saat itu, dimulailah keka¬cauan di negeri itu.
Kemudian negeri itu mulai melakukan reformasi dalam bidang politik dan ekonomi. Pada tahun 1413 H/1992 M Dr. Sholih Birisy memegang kekuasaan, sebagai presiden pertama yang bukan Komunis di Albania sejak Perang Dunia II. Pada tahun 1997 M Rajab Maidani memenangkan pemilihan umum dan menjadi Albania menggantikan Birisyia.
5. Bosnia Herzegovina (Ibukota : Sarajevo)
Bosnia Herzegovina terletak di Barat Daya Eropa. Ibu kotannya bernama Sarajevo. Negeri ini memiliki luas wilayah sekitar 51.233 km2. dengan jumlah penduduk Bosnia pada tahun 1419 11/1998 M sebanyak 3.800.000 jiwa, dengan persentase kaum muslimin sebesar 50 %, Nasrani 40 %, dan lainnya 10% Pen¬du¬duk negeri ini terdiri dari kaum muslimin, Serbia, Kroasia.
Sejarah Bosnia Herzegovina
Dalam catatan sejarahnya, pada tahun 791 H/1389 M, pasukan Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Murad bin Orkhan berhasil memperoleh kemenangan dalam perang melawan pasukan Serbia dalam peperangan Kosovo. Setelah itu, Bosnia dijadikan sebagai bagian dari kekuasaan Usmani dari tahun 868 H/1463 M. Sejak saat itu mulailah Islam tersebar di sana. Pada tahun 1295 H Austria mengua¬sai dua wilayah, yaitu Bosnia dan Herzegovian
Kemudian pada tahun 1326 H/1908 M kekaisaran Austria mengumumkan penggabungan Bosnia dan Herzig ke dalam wilayahnya. Maka, kaum muslimin bangkit menentang keputusan ini dengan segala kekuatan, tetapi usaha mereka berakhir dengan sia-sia. Percikan awal yang menyebabkan terjadinya Perang Du¬nia I bermula dari Sarajevo, Ibukota Bosnia sebagai pengaruh atas pembu¬nuhan putra mahkota Austria dan istrinya di tangan pemuda Serbia. Peperangan ini telah membawa kehancuran kekaisaran Austria dan Hungaria. Setelah itu, pada tahun 1336 H /1918 M. Hungaria memisahkan diri dan mendirikan Kerajaan Yugoslavia, dengan menjadikan Bosnia dan Herzig sebagai bagian dari wilayahnya.
Pada masa antara dua perang dunia ini, Bosnia berada di bawah naungan kekuasaan Yugoslavia (Serbia-Kroasia¬Slovenia). Setealah itu, pada tahun 1391 H/ 1971 M presiden Josep Broze Tito, sebagai presiden negara federasi Yugoslavia mengizinkan kaum muslimin di Bosnia untuk membentuk daerah otonomi yang tergabung ke dalam federasi ini.
Tragedi Bosnia Herzegovina
Setelah runtuhnya kekuuatan Komunisme di Eropa Timur dan Uni Soviet pada tahun 1411 H/1990 M, negara ini mengumumkan kemerdekaannya di ba¬wah kepemimpinan Ali Izzet Begovic yang memenangkan pemilihan presiden pada tahun yang sama. PBB dan negara-¬negara besar lalu merestuinya, seperti Amerika Serikat dan lebih dari 120 negara mengakui kemerdekaan itu. Ketika federasi Yugoslavia ini hancur, tinggallah di Bosnia 60.000 tentara Serbia dengan persenjataan dan perbekalan lengkap yang memungkinkan orang-orang Serbia yang minoritas ini menindas kaum muslimin.
Dari sejak kemerdekaannya, Bosnia Herzegovina baru merasakan kedukaan yang mendalam akibat konflik berdarah yang disebabkan oleh permusuhan etnis Serbia. Metode penghapusan ras agama ini dilakukan terhadap kaum muslimin sebagai upaya penghilangan eksistensi Islam. Dengan dukungan tersembunyi negara-negara Barat, Rusia dan seluruh negara-negara Kristen untuk mencgah hadirnya negara Islam di Eropa.

Berakhirnya Tragedi Bosnia
Pada tahun 1416 H/1996 M, pemimpin Bosnia, Kroasi, dan Serbia menan¬da¬tangan perjanjian perdamaian di Paris. Perjanjian ini menandai berakhirnya pepe¬rangan ini. Berdasarkan kesepakatan Dayton, negara ini terbagi menjadi dua ba¬gian, bagian pertama untuk etnis Serbia dengan persentase 49 %, dan federasi Muslim Kroasi 51 %. Kini Bosnia tengah sibuk bangkit untuk me¬la¬kukan perbaik¬an kerusakan yang disebabkan oleh perang. Data menyebutkan bahwa korban kaum muslimin sepanjang perang ini (1411-1416 H) mencapai 200.000 orang yang terbunuh, dan 50.000 wanita muslim menjadi korban perkosaan.

D. Minoritas Muslim di Amerika Utara dan Selatan.
Diperkirakan jumlah kaum muslimin di Amerika hampir mencapai 9.350.000 orang. Di Amerika Utara terdapat lebih dan 6.350.000 orang muslim, sisanya di Ameri¬ka Selatan
.
1. Islam di Benua Amerika.
Kajian-kajian sejarah menyebutkan bahwa kaum muslimin telah sampai di Amerika sebelum kedatangan orang-orang Eropa. Kedatangan awal mereka dipe¬lopori oleh orang-orang muslim Afrika Utara dan Barat serta Andalusia. Di antara fomena yang menunjukkan hal ini adalah pengaruh Afrika dalam industri-industri tradisional yang dimiliki oleh orang-orang, Indian Amerika, dan ditemukannya pe¬ninggalan-peninggalan Afrika berupa tulisan pada batu-batu di Amerika Tengah dan Selatan. Juga adanya penemuan mata uang logam Arab yang dicetak di Andalusia pada tahun 800 H yang ditemukan di Amerika Selatan.
Kehadiran Islam di Amerika Utara melalui beberapa fase. Fase pertama terjadi pada permulaan ditemukannya benua Amerika oleh Spanyol di bawah pimpinan Christopher Columbus. Di antara orang-orang Spanyol tersebut terdapat sebagian orang Islam.
Fase kedua, terlihat sejak kedatangan orang-orang muslim di Afrika Orang-orang yang mcndatangkan mereka adalah para budak dari Afrika Barat.
Fase ketiga, terlihat ketika hijrah orang-orang muslim dari Turki, Lebanon, palestina, Suriah dan sebagainya ke Amerika pada abad ke- 19 M.
Di Amerika Serikat terdapat sejumlah organisasi, pusat- pusat kajian, dan lembaga-lembaga Islam yang memiliki program kegiatan dakwah dalam menye¬lesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat minoritas muslim di di Amerika, seperti fanatisme dan persoalan pemahaman keagamaan serta masalah-masalah lainnya.
E. MINORITAS ISLAM DI AUSTRALIA
Jumlah kaum muslimin di Australia berubah-ubah antara 350 ribu hingga 450 ribu jiwa. Prosentase kaum muslimin di sana hanya 1% dari seluruh jumlah pen¬du¬duk yang berasal dari berbagai negara. Penduduk muslim terbesar berasal dari Le¬banon.
1. Masuknya Islam di Australia
Diperkirakan agama Islam masuk ke Australia pada tahun 1227 H/1850 M me¬lalui para imigran. Pemerintah Australia mendatangkan sejumlah imigran untuk membu¬ka gurun di Australia. Para imigran yang datang antara lain berasal dari Afganistan, Iran, dan Pakistan. Setelah berada dan menetap di Australia, mereka mulai membangun masj'id dan berdakwah. Para imigran inilah merupakan gelombang pertama yang datang ke Australia.
Gelombang kedatangan imigram muslim terjadi pada tahun 1324 H/1915 M. mereka berasal dari berbagai negara. Pada umumnya, kedatangan mereka ke negeri Kanguru ini untuk mengadu nasib mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak dari negara asalnya. Selain tidak sedikit yang datang untuk mencari ilmu pengetahuan.
Karena masyarakat muslim di Australia merupakan minoritas, maka banyak per¬so¬alan yang mereka hadapi. Di antara persoalan yang sering mereka hadapi adalah sebagai berikut:
a. Isolasi atau pengucilan. Hal ini terjadi karena, antara lain, jumlah mereka yang sedikit, ditambah kurangnya komunikasi di antara sesama muslim di Australia. Kesulitan ini didasari oleh latar belakang negara dan nasionalis¬me yang di bawa dari negara masing-masing, sehingga agak mengalami kesulitan dalam upaya penyatuuan dan pengembangan umat Islam.
b. Sedikitnya sarana pembelajaran dan pengajaran yang dimiliki lembaga-lembaga pendidikan Islam.
c. Terdapat kesenjangan yang besar antara para orang tua dan anak-anak mere" yang lahir di sana.
Di antara sasaran penting yang perlu adanya seorang pemimpin kharismattik yang dapat menyatukan umat Islam. Selain itu, menambah peng¬ajaran bahasa Arab dan Islam, serta menyediakan para imam dan guru-guru yang kompoten dalam jumlah cukup. Untuk itu, perlu adanya jalinan kerja sa¬ma yang baik dan aktif dalam masyarakat Islam di Australia. Kerjasama ini harus dilakukan pada semua lapisan strata dengan tujuan untuk menye¬barkan Islam. Australia sebenarnya termasuk tanah yang subur untuk menye¬barkan Islam, karena di sana diberikan kebebasan beragama.

Sumber: Ahmad al-Usairy: Sejarah Islam; Dari Zaman Nabi Adam hingga Abad XX. Jakarta: Akabr, 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar